Cerita Pilu Warga Desa Tasikmalaya Sebelum Dapat Listrik

Cerita Pilu Warga Desa Tasikmalaya Sebelum Dapat Listrik

Dony Indra Ramadhan - detikFinance
Kamis, 02 Nov 2017 15:51 WIB
Cerita Pilu Warga Desa Tasikmalaya Sebelum Dapat Listrik
Foto: Dony Indra Ramadhan
Tasikmalaya - Keluarga Helmi (35) kini tak perlu lagi gelap-gelapan. Jaringan listrik saat ini sudah masuk ke tempat tinggalnya.

Warga Dusun Cipalangka, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Cigolentang, Kabupaten Tasikmalaya ini sebelumnya tidak pernah mencicipi aliran listrik. Jangankan hiburan televisi, untuk penerangan saja keluarga kecil Helmi hanya mengandalkan cahaya lampu petromaks.

"Saya sudah dua tahun di sini, sebelum ada listrik ya pakai lampu petromaks saja seadanya," ucap Helmi saat berbincang dengan detikFinance di kediamannya, Kamis (2/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjalani hari-hari hanya dengan mengandalkan cahaya dari lampu petromak membuatnya kesulitan. Helmi terpaksa harus menyisihkan uang dari penghasilannya sebagai guru honorer SMK untuk membeli minyak tanah sebagai bahan baku lampu petromak.

"Banyak kendalanya kalau pakai (lampu) petromaks. Pertama, harganya yang mahal, terus langka. Kalau di sini saya harus beli di daerah lain, ongkosnya saja bisa sampai 30 ribu. Jadi kalau beli sekalian lima liter," kata bapak dua anak ini.

Sejak jauh-jauh hari, Helmi sudah ingin mengajukan pemasangan listrik. Hanya saja, kala itu belum ada jaringan masuk ke wilayahnya.

Bukan hanya Helmi, beberapa orang keluarga di sekitar tempat tinggal Helmi juga belum teraliri listrik kala itu. Lokasi tempat tinggal Helmi sendiri memang jauh dari kawasan kota. Ia tinggal di dataran tinggi di tengah-tengah perkebunan bukit gunung Kecapi.

"Kalau di dusun sebelah kan sudah masuk listrik. Tadinya mau ikut sambungkan, tapi bahaya juga, apalagi kalau ada pohon tumbang. Maka dari itu saya pakai lampu petromaks dulu," ujar Helmi.

Namun kini Helmi tak perlu lagi gelap-gelapan. Saat ini, rumah Helmi sudah teraliri jaringan listrik.

"Dengan begini, kita sekarang sudah bisa tahu segala informasi dari televisi. Sebelumnya kita tidak tahu apapun informasi di luar sana," tutur Helmi.

Dusun tempat tinggal Helmi sendiri telah dialiri listrik oleh PT PLN Distribusi Jabar. Selain dusun tempat tinggal Helmi, PLN Jabar turut membangun jaringan di 232 dusun lain di Jabar. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads