Follow detikFinance
Minggu 05 Nov 2017, 11:00 WIB

BBM Satu Harga Sampai di Nusa Penida

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
BBM Satu Harga Sampai di Nusa Penida BBM Satu Harga (Foto: Mindra Purnomo/Infografis)
Jakarta - Pemerintah terus menggalakkan kebijakan BBM satu harga. Provinsi Bali menjadi titik ke 27 beroperasinya lembaga penyalur BBM satu harga di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak yang baru beroperasi ini memiliki kapasitas tangki penyimpanan 20 kilo liter (kl) untuk Solar, 20 kl Premium, 20 kl Pertalite, 3 kl Pertamax dan Dexlite 5 kl.

Pasokan BBM untuk SPBU ini berasal dari Terminal BBM Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Anggota Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar menjelaskan, pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan energi berkeadilan, terutama untuk masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), termasuk di Pulau Nusa Penida, agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kegiatan perekonomian di Nusa Penida harus meningkat dengan adanya lembaga penyalur baru ini. Jadi itu yang diharapkan Pemerintah. Pemerintah menerapkan BBM Satu Harga ini bukan tanpa alasan, ini untuk me-leverage pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah 3T," tutur Ibnu dalam siaran pers, Minggu (5/11/2017).

Dia menjelaskan, Nusa Penida adalah wilayah dengan pariwisata yang sudah berkembang. Dengan BBM satu harga diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Saya melihat di Nusa Penida ini untuk wisata sudah cukup berkembang. Semua itu berhubungan dengan energi. Energinya harus dipenuhi dulu, salah satunya BBM. Kita berharap ini jadi momentum yang bagus. Khususnya bagi masyarakat Nusa Penida, dan Kabupaten Klungkung pada umumnya, ini bisa secara cepat untuk pertumbuhan ekonominya, akan kita dorong," pungkas Ibnu.

Setelah di Nusa Penida, Pemerintah akan meresmikan 27 titik lainnya untuk memenuhi target 59 titik BBM Satu Harga di 2017.

Tahun 2018, akan dibangun 52 penyalur di wilayah dengan infrastruktur dan laut terbatas sebanyak dan pada tahun 2019 akan dibangun 46 penyalur di wilayah dengan infrastruktur darat dan laut yang cukup sulit. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed