Follow detikFinance
Selasa 07 Nov 2017, 11:15 WIB

11 Pangeran Saudi Diciduk, Harga Minyak Melambung

Angga Aliya ZRF - detikFinance
11 Pangeran Saudi Diciduk, Harga Minyak Melambung Foto: BBC
Jakarta - Komite Anti Korupsi Arab Saudi menangkap 11 pangeran dan 4 menteri akhir pekan lalu. Dikabarkan juga, satu panglima tentara dan beberapa mantan menteri ikut diciduk.

Penangkapan yang tiba-tiba ini membuat dunia terkejut. Imbasnya pun terasa hingga ke mana-mana, salah satunya ke harga minyak dunia.

Harga minyak dunia menembus titik tertinggi dalam dua tahun terakhir gara-gara kejadian yang bikin kaget tersebut. Penangkapan tersebut membuat risiko politik Arab Saudi naik semakin tinggi.

Seperti dikutip dari CNBC, Selasa (7/11/2017), harga minyak jenis Brent menembus US$ 64 per barel, posisi tertingginya sejak Juli 2015. Harga Brent naik 3,3% dalam sehari.

Sementara harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 3,1% ke US$ 57 per barel. Menurut Kepala Perdagangan Seaport Global Securities, Roberto Friedlander, tak lama lagi harga minyak diprediksi bisa menembus US$ 70 per barel.

"Harga minyak bisa menembus US$ 70 per barel lalu turun lagi ke kisaran US$ 50 per barel," ujarnya.

Dalam risetnya, Friedlander menulis pencidukan para pangeran itu dilakukan atas rencana konsolidasi kekuasaan Pangeran Mohammed. Sang pangeran ingin mereformasi ekonomi Arab Saudi dan menjaga harga minyak tidak jatuh.

Dalam beberapa pekan terakhir ini harga minyak sudah naik didorong beberapa faktor, seperti konflik berkepanjangan di Irak, hingga Presiden AS Donald Trump yang menolak cabut kesepakatan nuklir dengan Iran. (ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed