Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 19:11 WIB

Pelanggan Daya 1.300-3.300 VA Dihapus, Tagihan Bakal Bengkak?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pelanggan Daya 1.300-3.300 VA Dihapus, Tagihan Bakal Bengkak? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Golongan pelanggan listrik rencananya akan disederhanakan. Penyederhanaan ini berlaku untuk pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA.

Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik melalui penambahan daya hingga 4.400 VA membuat pelanggan listrik lebih leluasa menggunakan perabot elektroniknya. Hanya saja penggunaan peralatan elektronik perlu dijaga agar tidak menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyarankan pelanggan listrik harus lebih disiplin dalam menggunakan peralatan elektronik. Pasalnya, dengan daya listrik yang bertambah, lebih banyak peralatan elektronik yang bisa digunakan.

"Pengendalian konsumsi listrik dilakukan oleh pelanggan sendiri," ujar Fabby saat dihubungi detikFinance, Senin (13/11/2017).

Ia juga menyarankan agar tidak membeli peralatan listrik yang berlebihan. Peralatan listrik yang digunakan juga harus yang memiliki teknologi hemat energi.


"Sebaiknya tidak membeli peralatan listrik yang tidak dibutuhkan, dan selalu pilih perangkat yang hemat energi untuk mengurangi konsumsi listrik, misalnya lampu LED atau AC yang menggunakan teknologi inverter," ujar Fabby.

Pelanggan listrik juga harus menyadari penggunaan barang-barang elektronik di rumah setelah penambahan daya akan menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

"Pelanggan harus sadar bahwa kalau boros, pembayaran listriknya akan lebih mahal," tutup Fabby.

Anda setuju dengan rencana pemerintah ini, atau tidak? Isi polling di bawah ini dan kemukakan alasan Anda.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed