Follow detikFinance
Jumat 24 Nov 2017, 14:44 WIB

Energi Bersih Jadi Fokus Pengembangan Tenaga Listrik di RI

Mega Putra Ratya - detikFinance
Energi Bersih Jadi Fokus Pengembangan Tenaga Listrik di RI Foto: Dok ESDM
Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini terus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dengan energi bersih. Ada tiga fokus utama dalam pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia.

Menteri ESDM Ignasius Jonan memaparkan fokus tersebut antara lain ketersediaan listrik, pemerataan distribusi, serta tarif yang terjangkau. Sehingga dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Saya tambahkan, yang keempat penggunaan energi bersih," kata Jonan dalam keterangan tertulis, Jumat (24/11/2017).

Jonan menyampaikan itu di sela-sela penutupan Pameran Kelistrikan dan Indonesia Best Electricity Award (IBEA) 2017 di Jakarta, Kamis (23/11).

Penggunaan energi bersih harus dilakukan untuk mengurangi efek gas rumah kaca. Jonan mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk mencapai target sebesar 23 persen bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2025 mendatang.

Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan perluasan penggunaan energi listrik khususnya yang berasal dari EBT. Energi listrik merupakan energi utama yang bisa dihasilkan di dalam negeri.

Sehingga hal ini akan menggurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Kampanye penggunaan energi listrik terus dilakukan terutama di bidang transportasi.

"Saya sudah membeli motor listrik, bahkan sudah ada STNK-nya," lanjut Jonan.

Sebelumnya, sembilan Power Purchase Agreement (PPA) proyek pembangkit listrik dari EBT antara PT PLN (Persero) dengan pengembang listrik swasta (IPP) resmi ditandatangani. Penandatanganan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam pengembangan EBT di Indonesia.

"Kita berkomitmen untuk mengembangkan EBT dalam bidang kelistrikan. Ini komitmennya luar biasa, sungguh-sungguh," tegas Jonan.

Sembilan PPA ini terdiri dari satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) dengan investasi sebesar Rp. 20,4 Triliun. Pembangkit-pembangkit tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed