Negosiasi Freeport dan Pemerintah Diputus Desember

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 27 Nov 2017 18:57 WIB
Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia akan diputuskan akhir tahun ini alias Desember 2017. Sedikitnya ada empat kesepakatan yang akan diputuskan bulan depan, antara lain divestasi saham hingga 51%, pembangunan smelter, perpanjangan kontrak 2 x 10 tahun, dan stabilitas hukum dan fiskal.

Siang ini, pukul 14.22 WIB pemerintah yang diwakili Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, PT Freeport Indonesia, dan DPR menggelar rapat.

Rapat tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan Freeport menyampaikan komitmennya dalam keputusan negosiasi akhir tahun ini.

"Kemajuannya nanti kita sampaikan, kalau sekarang disampaikan ya enggak bagus. Memang harus selesai Desember ini," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Executive Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas juga menyampaikan negosiasi dengan pemerintah bisa berakhir di ujung tahun ini. Ia mengatakan terjadi kemajuan pembicaraan dengan pemerintah terkait empat poin yang meliputi divestasi hingga stabilitas hukum dan fiskal.

"Kemajuannya cukup cepat dalam banyak hal. Kita pembicaraannya lebih intens dan terstruktur," kata Tony ditemui di tempat yang sama.

Mengenai rencana pembangunan smelter, Tony mengungkapkan, sudah dilakukan berbagai persiapan. Pihaknya juga sudah memulai studi untuk pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Persiapan-persiapan sudah dimulai studi-studi, engineeringnya sudah," kata Tony.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menambahkan, Freeport menyampaikan rencana pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Nilai investasi pembangunan smelter diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar.

"Baru studi-studi dan komitmen dengan mitranya untuk membangun itu. Nilai komitmen bisa US$ 200 juta sampai US$ 2,2 miliar," kata Gus.

Adapun realisasi biaya smelter sampai September 2017 dengan biaya total yang US$ 1,34 miliar. Persentase progres biaya total sampai September 2017 terhadap biaya project 62%.

Proses persiapan pembangunan meliputi kegiatan perizinan lingkungan, konstruksi, penyiapan lahan, dan rekayasa. Freeport Indonesia juga telah menunjuk Sucofindo sebagai verifikator independen untuk mengawasi rencana dan kemajuan pembangunan smelter yang sementara mencapai 15%.

Harga saham Freeport

Gus Irawan menambahkan, proses divestasi akan diselesaikan di Desember 2017 alias bulan depan. Akan tetapi, sampai saat ini besaran harga saham belum juga diputuskan.


"Belum, masih perundingan," terang Gus di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Ia mencontohkan perhitungan valuasi saham oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan saat rapat bersama bulan lalu. Pada kesempatan tersebut, Jonan menghitung valuasi saham Freeport Indonesia berdasarkan induk usahanya, yaitu Freeport McMoran yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode FCX.

Kapitalisasi saham FCX di NYSE mencapai US$ 20,74 miliar. Sedangkan dalam beberapa tahun terakhir kontribusi Freeport Indonesia ke induk usahanya, yaitu FCX sekitar 40% dalam 10 tahun terakhir. Jika dihitung secara matematis, 40% kontribusi Freeport Indonesia ke FCX sekitar US$ 8 miliar.

Jika pemerintah ingin mengakuisisi saham Freeport Indonesia hingga 51%, maka valuasi saham Freeport Indonesia sekitar US$ 4 miliar dari total US$ 8 miliar. Akan tetapi, angka ini masih bergerak fleksibel.

"Tapi, intinya belum ada angka kesepakatan, belum ada," tutur Gus Irawan (ara/hns)