Menurut Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, sebenarnya Indonesia sudah bisa membuat baterai mobil listrik. Pembuatan baterai tersebut dilakukan pusat penelitian dan pengembangan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Namun, untuk pengembangan baterai listrik menjadi industri, Kemenperin masih mencari investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baterai mobil listrik kita tunggu investornya, tapi dari segi teknologi kita sudah bisa. Ada Research and Development Center yang dimiliki oleh kementerian perindustrian itu sudah bisa bikin baterai lithium ion," kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Airlangga menambahkan, kehadiran investor akan membuat baterai listrik bisa diproduksi massal.
"Untuk bikinnya sudah bisa, tinggal kita dorong untuk industrinya saja, tapi ada perusahaan sparepart nasional yang sudah punya PT-nya, tutur Airlangga.
Baca juga: Mobil Listrik Pakai Baterai, di Mana Isinya? Ini Kata Jonan
Rencananya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, menjelaskan Baterai yang habis akan diisi ulang oleh PLN atau badan usaha lain, lalu dijual lagi dalam keadaan terisi penuh. Jadi seperti Elpiji, tabungnya dikembalikan saat kosong, diisi ulang dan dijual lagi dalam kondisi penuh.
"Kayak tabung elpiji saja. Ditukar baterainya, kayak tabung elpiji begitu, lebih ringkas kan?" kata Jonan, beberapa waktu lalu.
Untuk jaringan distribusi baterai mobil listrik, SPBU Pertamina di seluruh Indonesia bisa dimanfaatkan. Nantinya SPBU tidak hanya menjual bensin dan bahan bakar gas (BBG) saja, tapi juga baterai mobil listrik. (hns/hns)











































