Follow detikFinance
Senin 04 Dec 2017, 15:29 WIB

Laporan dari Shanghai

PLN Boyong Rektor Kampus Top RI ke China

Niken Widya Yunita - detikFinance
PLN Boyong Rektor Kampus Top RI ke China Foto: Niken Widya Yunita
Shanghai - PLN memboyong rektor-rektor kampus negeri top di Indonesia ke Teknik Mesin Shanghai Jiao Tong University (SJTU) China. Hal itu dilakukan untuk mengetahui lebih jauh kolaborasi antara kampus dengan perusahaan listrik di China seperti Shanghai Electric.

Dari PLN dipimpin oleh Direktur Bisnis area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Djoko Rahardjo Abumanan, General Manager PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan R Bambang Anggono dan Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali.

Rektor-rektor yang diajak yakni Rektor ITB Kadarsah Suryadi, Rektor ITS Joni Hermana, Rektor IPB terpilih Arif Satria, Rektor Universitas Udayana Anak Agung Raka Sudewi, perwakilan Rektor UI Bambang Wibawarta, dan perwakilan dari Undip serta UGM.

Acara digelar di Electrical Power Research and Development SJTU, Zhenhua Conference Hall, Teknik Mesin SJTU, Shanghai, China, Senin (4/12/2017).

Bambang mengatakan, pihaknya datang ke SJTU untuk mengetahui sejauh mana koordinasi kampus yang masuk 10 besar di China itu dengan perusahaan listrik di China seperti Shanghai Electric. Menurutnya, Shanghai Electric kerap memakai hasil riset dari Teknik Mesin SJTU di bidang energi.

"Jadi nanti hasil riset universitas bisa dipakai untuk pengembangan energi," ujar Bambang.

Indonesia, lanjut Bambang, bisa mencontoh China untuk pengembangan riset tersebut. Karena itu, energi di Indonesia dapat berkembang pesat.

Sementara itu, Associate Dean and Prof SJTU, Junliang Zhang membenarkan, riset yang dilakukan pihaknya untuk pengembangan energi di China. Namun riset 40 persen dibiayai pemerintah China dan 60 persen swasta.

Dalam kesempatan itu dikenalkan program dan penelitian terkait SJTU dan power engineering dan China Grid dan China Power Equipment Manufacture.

Selain SJTU, ada juga pihak dari Xi'an Jiaotong University, Guanjun Zhang yang menjelaskan penelitian terkait teknik dan kolaborasi dengan China Grid dan China Power Equipment Manufacture. Pertemuan terakhir ditutup dengan kunjungan ke laboratorium energi Teknik Mesin SJTU.

SJTU merupakan kampus tertua nomor dua di China. Didirikan tahun 1896, kampus ini terdiri dari puluhan ribu mahasiswa. Sementara jumlah murid dari Teknik Mesin SJTU yakni 4.000 orang. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed