Follow detikFinance
Selasa 05 Dec 2017, 10:03 WIB

Ethiopia Tertarik Pelajari Pengembangan Listrik di RI

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Ethiopia Tertarik Pelajari Pengembangan Listrik di RI Foto: Dok. ESDM
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bersama Wakil Menteri ESDM, Acrandra Tahar, hari Senin (4/12/2017) menerima kunjungan Menteri Air, Irigasi dan Ketenagalistrikan Ethiopia, Seleshi Bekele, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta.

Tujuan kunjungan Delegasi Ethiopia ini adalah untuk mempelajari program pembangunan Indonesia di sektor ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan khususnya Panas Bumi dan Hydro.

Dalam kunjungan ini, delegasi Ethiopia memberikan apresiasi, sekaligus ingin menggali informasi langkah-langkah sukses Indonesia dalam meningkatkan percepatan rasio elektrifikasi. Pemerintah Ethiopia saat ini tengah melakukan restrukturisasi sektor kelistrikan dengan fokus meningkatkan rasio elektrifikasi.

Menanggapi hal ini, Jonan menjelaskan, sepanjang dua tahun terakhir, pemerintah fokus meningkatkan rasio elektrifikasi, mulai dari pembangunan pembangkit, perluasan jaringan PT PLN (Persero), pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) off grid, serta program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

"Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5% dengan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam tiga tahun terakhir dibanding tahun 2014 yang sebesar 53 GW," kata Jonan, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Ethiopia Tertarik Pelajari Pengembangan Listrik di RIFoto: Dok. ESDM

Sementara untuk Pembangkit yang bersumber dari EBT, Jonan menerangkan, sejak awal 2017 hingga saat ini, 1.186 megawatt (MW) pembangkit listrik yang energi primernya bersumber dari EBT telah ditandatangani. Hingga akhir tahun, kapasitasnya diharapkan mencapai 1.500 MW.

Usai mendapatkan penjelasan dari Jonan, Seleshi Bekele memberikan gambaran kondisi energi di Ethopia, termasuk pengembangan EBT. Ethopia dengan penduduk sekitar 100 juta orang, memiliki tingkat rasio elektrifikasi sebesar 30%, dengan tingkat akses on-grid sekitar 20 persen dan tingkat akses off-grid sekitar 10 persen. Pemerintah Ethiopia saat ini tengah melakukan restrukturisasi sektor kelistrikan dengan berfokus untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Sesuai dengan Program Elektrifikasi, Ethiopia memiliki visi meningkatkan rasio elektrifikasi 100% di 2025.

Mendengar hal ini, Jonan pun menawarkan adanya kemungkinan penugasan tenaga ahli Indonesia untuk ikut melihat secara langsung kondisi listrik di Ethopia, termasuk potensi pengembangannya, khususnya untuk pembangkit EBT. Selain itu, Jonan juga menawarkan bantuan teknis terkait penyusunan kontrak jual beli listrik dengan pihak swasta.

Ethiopia Tertarik Pelajari Pengembangan Listrik di RIFoto: Dok. ESDM

Seleshi Bekele mengucapkan terima kasih atas penawaran bantuan dari Jonan, sambil menyatakan minat untuk menjajaki kemungkinan berinvestasi pada sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Pada kunjungan ini, delegasi Ethiopia juga didampingi perwakilan Bank Dunia. Saat ini Bank Dunia sedang membantu Ethiopia dalam mempercepat rasio elektrifikasi dan pengembangan energi terbarukan. Selain pendanaan, Bank Dunia juga membantu Ethiopia dengan technical assistance dan peningkatan kapasitas.

Sebagai informasi, Ethiopia memiliki potensi energi yang kuat di kawasan Sub-Saharan African yang bersumber dari energi baru terbarukan, khususnya hydro power, energi surya, angin, dan panas bumi. Potensi energi terbarukan di Ethiopia mencapai 60.000 MW. Ethiopia merupakan salah satu dari sedikit negara di kawasan Sub-Saharan African, yang semua pembangkitan listriknya dihasilkan (sekitar 4.300 MW) dari sumber daya energi baru terbarukan, sebagian besar berasal dari hydro power. (ara/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed