Follow detikFinance
Selasa 05 Dec 2017, 13:08 WIB

Laporan dari Shanghai

PLN Gandeng Akademisi Kunjungi Pabrik Shanghai Electric

Niken Widya Yunita - detikFinance
PLN Gandeng Akademisi Kunjungi Pabrik Shanghai Electric Foto: Niken Widya Yunita/detikcom
Shanghai - Setelah mengunjungi Shanghai Jiao Tong University (SJTU) PLN mengajak rektor dari beberapa universitas di Indonesia mengunjungi pabrik Shanghai Electric. Shanghai Electric merupakan salah satu industri yang memberikan dana riset SJTU.

"Shanghai Jiao Tong University dan kita bekerja sama, banyak universitas yang kita kerja sama," ujar Vice President of Shanghai Electric Corp, Zhang Ke saat pertemuan di Shanghai Electric, Shanghai, China, Selasa (5/12/2017).

Menurut Zhang, Shanghai Electric memiliki kerja sama riset di laboratorium. Shanghai Electric memiliki topik baru tiap tahun.

Topiknya dibahas bersama profesor dan pemimpin di Shanghai Electric untuk nantinya dipilih. Shanghai Electric juga mengirim staf ke SJTU University untuk belajar. Namun sebaliknya, SJTU memilih mahasiswanya untuk kerja di Shanghai Electric.

Zhang menerangkan, Shanghai Electric merupakan pasar market di Indonesia sejak 2004. Dioperasikan salah satunya oleh PLN.

Menurutnya, di Indonesia total ada 15 unit pembangkit listrik dengan total kapasitas 4.000 Mega Watt. Saat ini masih ada 3 unit pembangkit listrik lainnya yang masih dalam proses.

Usai memberikan penjelasan, Zhang dan para rektor mengunjungi steam turbin workshop dan gas turbine workshop Shanghai Electric.

Pabrik Shanghai ElectricPabrik Shanghai Electric Foto: Niken Widya Yunita/detikcom


Shanghai Electric merupakan salah satu grup manufaktur peralatan integratif terbesar di China dengan industri terkemuka yang mencakup peralatan efisiensi tinggi, energi baru, dan peralatan lingkungan, industri peralatan, dan layanan modern.

Produk dan peran perusahaan dalam mengaitkan dan mencocokkan pengembangan penelitian dan ketenagalistrikan. Shanghai Electric yang didirikan pada 1954 ini merupakan pemasok peralatan berbahan bakar fosil terbesar di dunia.

Pendapatan operasional Shanghai Electric pada 2016 79 miliar Yuan. Laba bersih pada 2016 yakni 2,06 miliar Yuan.

Unit tenaga bahan bakar fosil ultra-kritis 1000 MW telah menjadi nomor satu di dunia dalam jumlah pesanan dan jumlah unit yang beroperasi. Shanghai Electric juga merupakan generator dual water dan inner cooling pertama di dunia. Selain itu, unit tenaga nuklir pertama di China.

Pabrik Shanghai ElectricPabrik Shanghai Electric Foto: Niken Widya Yunita/detikcom

Untuk peringkat, Shanghai Electric urutan ke-98 pada 2017 pada 500 merek paling berpengaruh di Asia. Nilai merek 2017 yakni nomor 3 terbesar di dunia yaitu 60,278 miliar Yuan.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Anak Agung Raka Sudewi, kagum begitu melihat Shanghai Electric. Apalagi industri tersebut menggandeng kampus-kampus di China untuk riset industri pabriknya.

"Bagus banget pabriknya. Apalagi generatornya," kata Sudewi.

Selain Sudewi, ikut dalam rombongan adalah Rektor ITB Kadarsah Suryadi, Rektor ITS Joni Hermana, Rektor IPB terpilih Arif Satria, perwakilan Rektor UI Bambang Wibawarta, dan perwakilan dari Undip serta UGM.

Dari PLN rombongan dipimpin oleh Direktur Bisnis area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan, General Manager PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan R Bambang Anggono dan Direktur Human Capital Management PLN Muhammad Ali. (nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed