Follow detikFinance
Selasa 05 Dec 2017, 17:30 WIB

Pemerintah Ingin Serap 51% Saham Freeport, Jonan: Ini Soal Harga Diri Bangsa

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pemerintah Ingin Serap 51% Saham Freeport, Jonan: Ini Soal Harga Diri Bangsa Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meyakini divestasi saham PT Freeport Indonesia hingga 51% bisa terwujud. Sebab, selama ini pemerintah Indonesia hanya memiliki saham Freeport Indonesia 9,36%.

Jonan mengatakan, divestasi saham Freeport Indonesia hingga 51% dilakukan sebagai bentuk menunjukkan harga diri bangsa. Pasalnya pemerintah perlu memiliki bagian saham Freeport Indonesia yang sudah beroperasi sejak 50 tahun lalu.

"Konsekuensi paling besar yang menurut kita semua tidak bisa adalah mengenai national pride. Freeport Indonesia operasi 50 tahun dengan divestasi kurang dari 10% sampai saat ini. Konsekuensi besar harga diri bangsa kalau menurut saya," kata Jonan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Dengan dilakukannya divestasi saham Freeport Indonesia hingga 51%, maka peran Indonesia di dalam manajemen lebih kuat. Penguasaan manajemen Freeport Indonesia pun dilakukan bertahap.


"Kalau menguasai itu begini setiap pergantian direksi dan komisaris serta pemegang saham IUPK atau termasuk konsesi KKKS di migas wajib dapat persetujuan pemerintah. Harus disetjui oleh Menteri ESDM. Penguasaan pasti bisa hanya proses transisi harus dilakukan," kata Jonan.

Jonan menambahkan, Indonesia akan memiliki kewenangan dalam menentukan lokasi pembangunan smelter Freeport Indonesia yang sampai saat ini belum dilakukan.

"Kalau ini sudah jadi akuisisi saham, pemerintah Indonesia pemegang saham akan terlibat untuk tentukan lokasi. Kita punya 51% begitu tanda tangan putuskan ini di mana makanya ini pending sampai sekarang," tutur Jonan.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed