Follow detikFinance
Jumat 08 Dec 2017, 11:55 WIB

Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, JK: Harga Minyak akan Naik

Muhammad Taufiqqurrahman - detikFinance
Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, JK: Harga Minyak akan Naik Foto: Fotografer: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut akan ada efek tidak langsung pada perdagangan terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Amerika Serikat (AS). Harga minyak diperkirakan naik jika konflik membesar.

"Ya tentu ada saja. Bukan secara tidak langsung. Kalau terjadi konflik besar lagi, pasti terjadi lagi harga minyak naik, atau perdagangan menurun. Pasti ada efek tidak langsung, kemudian," ujar JK di Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).

JK menegaskan sikap yang diambil oleh pemerintah AS sangat disesalkan banyak pihak.

"Ya tentu semua menyesalkan itu," tegasnya.

Perlu diketahui, pengakuan Trump mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah memicu aksi-aksi protes warga Palestina. Bahkan kelompok Hamas menyerukan rakyat Palestina untuk melakukan intifada atau pemberontakan terhadap Israel. Sejumlah tokoh Palestina telah menyatakan bahwa kini mereka tak lagi menganggap AS sebagai penengah yang jujur dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Akibat pengakuan itu, bentrokan pecah di Gaza dan Tepi Barat. Beberapa warga Palestina dilaporkan luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/12), unjuk rasa memprotes keputusan Trump dilaporkan muncul di kota-kota Tepi Barat termasuk Ramallah, Hebron dan Nablus. Aksi protes juga terjadi di wilayah Jalur Gaza.

Pasukan keamanan Israel membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di pos keamanan yang ada di pintu masuk Ramallah. Tembakan gas air mata digunakan Israel dalam pembubaran itu. (tfq/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed