"Ya tentu ada saja. Bukan secara tidak langsung. Kalau terjadi konflik besar lagi, pasti terjadi lagi harga minyak naik, atau perdagangan menurun. Pasti ada efek tidak langsung, kemudian," ujar JK di Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (8/12/2017).
JK menegaskan sikap yang diambil oleh pemerintah AS sangat disesalkan banyak pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui, pengakuan Trump mengenai Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah memicu aksi-aksi protes warga Palestina. Bahkan kelompok Hamas menyerukan rakyat Palestina untuk melakukan intifada atau pemberontakan terhadap Israel. Sejumlah tokoh Palestina telah menyatakan bahwa kini mereka tak lagi menganggap AS sebagai penengah yang jujur dalam proses perdamaian Timur Tengah.
Akibat pengakuan itu, bentrokan pecah di Gaza dan Tepi Barat. Beberapa warga Palestina dilaporkan luka-luka dalam bentrokan dengan tentara Israel itu.
Seperti dilansir AFP, Kamis (7/12), unjuk rasa memprotes keputusan Trump dilaporkan muncul di kota-kota Tepi Barat termasuk Ramallah, Hebron dan Nablus. Aksi protes juga terjadi di wilayah Jalur Gaza.
Pasukan keamanan Israel membubarkan ratusan demonstran yang berkumpul di pos keamanan yang ada di pintu masuk Ramallah. Tembakan gas air mata digunakan Israel dalam pembubaran itu. (tfq/zlf)











































