Follow detikFinance
Selasa 12 Dec 2017, 13:56 WIB

ESDM Apresiasi Pelaku Industri yang Terapkan Efisiensi Energi

Mega Putra Ratya - detikFinance
ESDM Apresiasi Pelaku Industri yang Terapkan Efisiensi Energi Ilustrasi: Matahari terbit dengan pemandangan PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur/ Foto: Agung Pambudhy-detikcom
Jakarta - Pemerintah terus mendorong penerapan efisiensi dan konservasi energi di berbagai sektor pengguna energi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan apresiasi kepada para pengguna energi melalui Penghargaan Soebroto Bidang Penghargaan Efisiensi Energi Nasional.

Penghargaan ini diberikan secara berkala setiap tahunnya sejak tahun 2012. Harapannya, dapat memberikan motivasi dan mempromosikan konservasi energi kepada para pengguna energi, khususnya sektor industri, bangunan gedung, dan instansi pemerintahan.

"Penghargaan Soebroto Bidang Efisiensi Energi Nasional ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemangku kepentingan di sektor industri, bangunan, dan institusi pemerintah sehubungan dengan upaya-upaya efisiensi dan konservasi energi terbaik yang telah diterapkan di lingkungannya," kata Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Para pemenang penghargaan ini merupakan peserta yang telah melakukan upaya efisiensi energi terbaik sesuai dengan penilaian yang dilakukan oleh juri yang berkompeten. Selain mendapatkan penghargaan, para pemenang juga berkesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Asean Energy Award (AEA).

"Melalui kegiatan ini juga dilakukan seleksi atau penjaringan tingkat nasional terhadap calon-calon peserta yang akan diikutsertakan dalam kegiatan ASEAN Energy Award," kata Ida.

Efisiensi dan konservasi energi dapat memberikan berbagai dampak positif bagi pelakunya. Pada sektor industri, sebagai pengguna energi terbesar, penerapan konservasi energi dapat meningkatkan daya saing, menurunkan biaya produksi, serta meningkatkan reputasi perusahaan sebagai perusahaan ramah lingkungan.

Seperti yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan yang bergerak di sektor penyediaan energi, antara lain PT. Pembangkit Jawa Bali (PT PJB), PT Indonesia Power, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ, penerapan konservasi energi telah mengurangi efek kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh proses penyediaan energi itu sendiri, menghemat biaya penyediaan energi dan meningkatkan output penyediaan energi per satuan bahan baku.

"Pada tahun 2017, dari pelaksanaan manajemen energi di sektor Industri didapatkan penghematan setara energi sebesar 18,53 TWh /tahun atau penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 124 juta Ton CO2. Penghematan ini setara dengan nilai investasi pada konservasi energi sebesar 5,21 Milyar Rupiah/ MW eq (setara dengan pembangunan pembangkit 2.304 MW)," jelas Ida. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed