Follow detikFinance
Selasa 12 Dec 2017, 16:59 WIB

Di 2040, Diperkirakan 16% Mobil di Dunia Pakai Tenaga Listrik

Muhammad Idris - detikFinance
Di 2040, Diperkirakan 16% Mobil di Dunia Pakai Tenaga Listrik Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Selain penyediaan sumber energi, tren hilirisasi produk energi pun saat ini terus mengemuka, salah satunya kendaraan bertenaga listrik yang digadang-gadang bakal menggantikan kendaraan BBM.

Nick Sharma Executive Director Asia Pacific, Upstream Research and Consulting, IHS Markit, menjelaskan kendaraan listrik diprediksi akan menjadi pilihan logis yang akan dipilih oleh masyarakat di masa depan. Saat ini terdapat lebih dari 99 persen (1,28 miliar unit) mobil di dunia berbahan bakar minyak, semetara 0,2% menggunakan tenaga listrik.

"Di 2040 nanti, kami memproyeksikan sepertiga dari penjualan mobil baru di pasar otomotif dan energi terbesar di dunia seperti China, Eropa, India, dan Amerika Serikat atau sekitar 16 persen mobil di jalanan (dunia) akan beralih tenaga ke listrik," ujar Nick dalam acara Pertamina Energy Forum (PFE) 2017 di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (12/12/2017).


Menurutnya, imbas dari kebijakan energi bersih di China dan Amerika Serikat diproyeksi mampu mengurangi permintaan bahan bakar sekitar 12% di 2040 secara global. Disamping itu secara global, pertumbuhan sektor energi terbarukan saat ini, telah melewati pertumbuhan sektor batu bara. Dari tahun 2017 hingga 2040, diproyeksi ada US$ 7 miliar yang diinvestasikan untuk pengembangan EBT.

Sementara itu, Direktur Pertamina Gas Yenni Andayani mengatakan, sebagai perusahaan negara, Pertamina terus berkomitmen meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT), sejalan dengan target porsi nasional sebesar 23 persen dari total bauran energi nasional pada tahun 2025.

"Ini adalah komitmen kuat dari Pertamina untuk kita mengembangkan potensi bisnis energi baru dan terbarukan di Indonesia," ujar Yenni.


Diungkapkannya, energi EBT yang masuk ke dalam high priority (high economy attractiveness & technology maturity) dan telah dieksekusi Pertamina, yaitu geothermal, biodiesel, biomass, mini hydro, dan solar PV. Disamping itu, ada juga beberapa EBT yang masih harus dilakukan evaluasi dan pengembangan komersil, seperti wind power, hydro large, bioavture dan bioethanol.

"Salah satu yang kita kembangkan saat ini adalah solar PV. Saat ini sudah terinstal sebesar 1 Mega Watt dari instalasi PV di kantor pusat Pertamina dan area perumahaan kilang Cilacap. Hal ini akan terus berkembang ke area, unit dan anak perusahaan Pertamina yang lain di seluruh Indonesia," ucap Yenni. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed