Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Des 2017 18:43 WIB

Satgas Pertamina Amankan Pasokan Elpiji dan BBM di Sulawesi

Ibnu Munsir - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Makassar - Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2018, PT Pertamina (Persero) Region VII menyiapkan satuan tugas (Satgas) untuk memastikan kebutuhan BBM dan Elpiji masyarakat terpenuhi.

Satgas bersiaga mulai 18 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Selama masa Natal dan Tahun Baru 2018. Pertamina MOR VII melakukan berbagai kesiapan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM dan Elpiji di wilayah Sulawesi.

Selama masa Natal dan Tahun Baru 2018, penyaluran BBM tertinggi diprediksi terjadi pada tanggal 24 dan 31 Desember 2017. Konsumsi Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) tertinggi pada masa Natal diprediksikan terjadi pada tanggal 24 Desember 2017 dengan volume sebesar 8.382 KL atau naik sebesar 24% dibandingkan konsumsi normal.

Sedangkan konsumsi Gasoline tertinggi masa Tahun Baru 2018 diprediksikan terjadi pada tanggal 31 Desember 2017 dengan volume sebesar 8.746 KL atau naik sebesar 29% dibandingkan konsumsi normal.

Untuk konsumsi Gasoil (Solar/Bio, Dexlite, Pertamina Dex dan Kerosene) tertinggi pada masa Natal diprediksikan terjadi pada tanggal 24 Desember 2017 dengan volume sebesar 3.505 KL atau naik sebesar 44% dibandingkan konsumsi normal.

Sedangkan konsumsi Gasoline tertinggi masa Tahun Baru 2018 diprediksikan terjadi pada tgl 31 Desember 2017 dengan volume sebesar 2.816 KL atau naik sebesar 15% dibandingkan konsumsi normal.

"Secara keseluruhan, konsumsi Gasoline pada Natal dan Tahun baru 2018 diprediksikan mengalami kenaikan sebesar 3,7% atau sebesar 7.027 KL dibandingkan konsumsi normal. sedangkan Gasoil mengalami kenaikan 1,1% atau sebesar 2.467 KL," kata Manager Communication & CSR MOR VII M Roby Hervindo,

Roby menambahkan jika dibandingkan tahun sebelumnya, Gasoline diprediksi akan mengalami kenaikan 3,5% dan Gasoil mengalami kenaikan 18,7%. Kenaikan yang cukup signifikan pada gasoil disebabkan pada tahun akhir tahun 2016 terjadi penurunan konsumsi signifikan akibat perlambatan ekonomi dan harga komoditas tambang serta minyak.

Sementara untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama masa Natal dan Tahun Baru 2018, Pertamina akan menyiapkan penambahan stok Elpiji PSO (Public Service Obligation/subsidi) yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin sebesar 1.606 Metrik Ton atau sebanyak 535.360 tabung dan ELpiji Non PSO sebesar 354 Metrik Ton atau sebanyak 29.482 Tabung.

"Rata-rata realisasi harian Elpiji PSO selama masa satgas diprediksi naik 11% dibanding realisasi harian normal, naik 30% dibanding tahun 2016. Pada 24 Desember 2017 konsumsi diprediksi turun 64% atau sebesar 487 Metrik Ton dibandingkan harian normal, dan akan naik kembali 2% atau sebesar 1.414 Metrik Ton pada 30 Desember 2017. Konsumsi tertinggi diestimasi terjadi pada H+6 Tahun Baru 2016 yakni sebesar 1.500 Metrik Ton atau naik 12%," ungkapnya roby.

Di sisi lain, konsumsi Elpiji Non PSO diperkirakan naik 27% dibanding harian normal, meningkat 42% dibanding 2016 karena penetrasi varian baru Bright Gas. Pada H-1 Natal 2017, konsumsi diprediksi turun 19% atau sebesar 78 Metrik Ton dibandingkan harian normal, dan akan naik kembali pada H-2 Tahun Baru sebesar 17% atau 113 Metrik Ton. Konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi pada pasca tahun baru yakni H+3 Tahun Baru 2018 sebesar 40% atau 135 Metrik Ton.

Di bidang aviasi, peningkatan konsumsi bahan bakar pesawat udara (avtur) pada masa Natal dan Tahun Baru 2018 diestimasi sebesar 9% dari rata-rata harian normal 1,2 juta liter, menjadi 1,3 juta liter. Perkiraan stok Avtur pada periode Natal 2017 danTahun Baru 2018 berada dalam kondisi aman, dengan rata-rata stok 9.906 KL atau selama 8 Hari.

Selain menyiapkan penambahan stok BBM dan Elpiji, Pertamina juga melakukan upaya-upaya lainnya yakni, Menyiagakan 15 SPBU Siaga yang akan beroperasi 24 jam di sepanjang Jalur Trans Sulawesi dan Kota Manado-Bitung-Tomohon, Menambah stock BBM SPBU dan penambahan penyaluran Elpiji, Penambahan setoran BBM penyalur dan pemberian kredit dengan Term of Payment 3 hari, Depot Elpiji beroperasi optimal selama 7 Hari Kerja bila diperlukan dan Terminal LPG Bosowa selama 6 (enam) hari kerja, Menambah stok Elpiji serta pengaturan alokasi Skid Tank Elpiji transportir khususnya ke wilayah Sulawesi Tengah, Koordinasi dengan pihak bank untuk tetap beroperasi selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Komunikasi dan koordinasi eksternal dengan Dinas Perhubungan, Polda, ESDM, BPH Migas, Jasa Marga dan BPJT. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed