Demikian diungkapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 70 MW, yang terletak di Jayapura dan Nabire, serta Pemasangan listrik ke 74 desa di Papua oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (20/12/2017).
Pada kesempatan itu, Sofyan mengatakan, untuk tahun 2017 ini jumlah desa yang telah mendapatkan aliran listrik sebanyak 191 desa. Sofyan mengatakan masih banyak desa yang belum mendapatkan sambungan listrik di berbagai daerah, khususnya Papua. Untuk menyambung listrik pun diperlukan biaya yang tak murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini terdapat 1.040 pelanggan baru yang tersambung, yang membutuhkan dana kurang lebih kurang Rp 150 juta rupiah untuk melistriki 1 rumah," kata Sofyan dalam sambutannya di lokasi.
Sofyan mengatakan, dengan adanya lebih dari 2.000 desa di Papua dan Papua Barat yang belum terlistriki, hal itu menjadi tantangan bagi PLN untuk bisa menjaring listrik ke desa-desa tersebut. Sebab, ada banyak pelanggan yang tak sanggup untuk membayar biaya penyambungan listrik.
"Sebagian juga tidak sanggup membayar biaya penyambungan, dan biaya penyambungan sebagian besar kami berikan bantuan melalui CSR. Sebagian lagi kami carikan solusi dengan berbagai pihak dari BUMN," katanya.
Untuk keberlanjutan perlu adanya subsidi silang antara wilayah Jawa, Sumatera, dengan wilayah Indonesia Timur, sehingga fungsi PSO dalam rangka pemerataan pembangunan kelistrikan menjadi sangat terwujud ke depan.
Baca juga: Jokowi: 2.000 Desa di Papua Belum Berlistrik |
Oleh sebab itu, agar bisa melakukan penyambungan listrik ke desa-desa tersebut, pihaknya meminta insentif terkait energi primer seperti gas maupun batu bara, agar bisa mempertahankan kegiatan bisnis PLN sekaligus menekan biaya pokok produksi (BPP) listrik hingga membuat harga listrik terjangkau bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, bapak Presiden yang kami hormati, kami titipkan agar PLN dapat diberikan insentif terkait energi primer, agar BPP dapat kami tekan dan kami pertahankan untuk menjangkau masyarakat dengan harga listrik yang murah. Semoga dengan listrik di rumah-rumah warga dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi akan tumbuh," pungkasnya. (hns/hns)











































