Menengok Kondisi Kelistrikan di Papua

Menengok Kondisi Kelistrikan di Papua

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 21 Des 2017 07:59 WIB
Menengok Kondisi Kelistrikan di Papua
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Nabire - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 70 MW, yang terletak di Jayapura dan Nabire, serta peresmian pemasangan listrik 74 desa di Papua dan Papua Barat dengan total investasi Rp 1,346 triliun. Peresmian ini dilakukan di PLTMG Nabire, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, Papua, Rabu (20/12/2017).

Jokowi Berharap dengan diresmikannya dua pembangkit baru ini bisa membuat pasokan listrik di Papua terus bertambah dan dapat menerangi berbagai pelosok di wilayah tersebut.

"Dengan beroperasinya pembangkit listrik gas di Nabire dan Jayapura, kebutuhan listrik di Papua bisa kita penuhi. Dan dengan berucap bismillah saya resmikan PLTMG di Nabire 20 MW dan PLTMG 50 MW di Jayapura," kata Jokowi saat peresmian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga juga bercerita banyak hal mengenai kondisi kelistrikan di Papua. Menurutnya, tak mudah untuk bisa melistriki wilayah Papua maupun Papua Barat. Walau sulit, namun pemerintah harus tetap melakukannya untuk keadilan masyarakat dalam pemerataan kelistrikan. Berikut fakta-fakta soal kondisi kelistrikan di Papua, baik yang dialami Jokowi maupun para warga:

Jokowi Cerita Saat ke Papua Hotelnya Mati Lampu 3 kali

Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jokowi menceritakan pengalamannya saat byar pet alias mati lampu di kota Sorong, Papua Barat. Hal itu terjadi semalam sebelum dirinya melakukan peresmian proyek listrik dari PLN.

Menurut Jokowi, terjadi tiga kali mati lampu di hotel tempat dia menginap di Sorong.

"Tadi malam saya nginap di Kota Sorong, di hotel mati lampu 3 kali," kata Jokowi.

Berdasarkan pengalaman itu, Jokowi akan mengecek kondisi listrik di Nabire usai peresmian. Kebetulan Jokowi akan bermalam di Nabire.

"Malam ini saya mau menginap lagi, nginap di Nabire, saya mau cek mati lampu enggak nanti malam," kata Jokowi.

Warga Nabire Curhat ke Jokowi, Pernah 5 Kali Sehari Mati Listrik

Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Seorang perempuan bernama Lidya naik ke panggung dan berdiri di samping kanan Jokowi. Kepada Lidya, Jokowi awalnya bertanya seputar pemasangan jaringan listrik ke rumah perempuan itu.

"Bu Lidya di rumahnya ada listrik berapa watt?" tanya Jokowi.

"200 watt," jawab Lidya.

"Setiap bulan bayarnya berapa?" sambung Jokowi

"Saya bayarnya per bulan Rp 100 ribu," kata Lidya.

Usai bertanya soal jaringan listrik, Jokowi bertanya tentang pemadaman yang terjadi di Nabire. Lidya mengaku pernah mengalami pemadaman listrik hingga lima kali dalam satu hari.

"Pertanyaan saya, listriknya byar pet enggak?" tanya Jokowi.

"Masih, Bapak," jawab Lidya.

"Berapa kali sehari mati listrik?" kata Jokowi.

"Yang saya alami pernah lima kali sehari," jawab Lidya disambut Jokowi sedikit kaget.

Jokowi pun mengatakan bahwa kejadian yang dialami oleh Lidya hampir sama dengan yang dialami dirinya saat menginap di wilayah Sorong.

Masih Ada 2.000 Desa di Papua Belum Berlistrik

Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jokowi mengatakan masih ada 3.000 desa secara nasional belum berlistrik. Mayoritas tersebar di Papua.

"Tapi kita patut bersyukur sekarang dan sampai saat ini, hanya kurang, di desa yang belum ada listriknya itu 3.000 secara nasional. Tapi yang paling banyak itu di tanah Papua ada 2.000 desa," kata Jokowi.

Di sisi lain, menurut Jokowi, melistriki wilayah Papua tidak mudah. Medan yang sulit menjadi tantangan utama bagi PT PLN (Persero) untuk bisa melistriki tanah Papua.

Dirinya mengatakan, listrik merupakan salah satu elemen yang penting bagi masyarakat, khususnya di Papua. Dengan listrik, anak-anak Papua bisa belajar di malam hari. Usaha-usaha warga juga bisa lebih berkembang karena ketersediaan listrik.

Dengan hadirnya listrik di Papua, para investor pun bakal terarik untuk berinvestasi di Papua. Sebab, kata Jokowi, Listrik menjadi kunci investasi di Papua.


Jokowi Minta Jonan dan PLN Bisa Terangi Semua Desa di 2018

Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jokowi meminta Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan PLN melistrik seluruh desa di Papua. Jokowi ingin desa-desa di Papua terang benderang tahun depan.

"Saya sudah perintahkan Menteri ESDM dibantu PLN, tahun depan semua desa harus terang benderang. Memang tidak mudah mengerjakan namanya listrik di Papua, medan sangat berat. Bergunung-gunung, kalau mau bawa tiang listrik saja harus nyebur, lalu digotong ke atas bukit oleh orang-orang. Artinya medannya sangat berat, tapi seberat apapun medan harus bisa kita taklukan dan desa-desa di Papua terang benderang," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, bahwa saat ini terdapat 3.000 desa di Indonesia yang belum mendapatkan aliran listrik. Dari 3.000 desa tersebut, 2.000 di antaranya berada di wilayah Papua.

"Tapi kita patut bersyukur sekarang dan sampai saat ini, hanya kurang, di desa yang belum ada listriknya itu 3.000 secara nasional. Tapi yang paling banyak itu di tanah Papua ada 2.000 desa," kata Jokowi.

Menanti 25 Tahun, Akhirnya Desa Ini Bisa Mendapatkan listrik

Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Warga di desa Bomopay, Kabupaten Nabire, Papua, kini mendapatkan listrik penuh dari PT PLN (Persero). Sekarang, mereka dapat merasakan aliran listrik selama 24 jam setiap harinya.

Desa Bomopoy berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Nabire, dengan 63 kepala keluarga (KK) dengan latar belakang penduduk sebagai petani. Untuk memasok kelistrikan di desa tersebut PLN membangun JTM 3.25 kms, selain itu PLN juga membangun JTR 1 kms dan Gardu 50 KVA.

Desa ini sendiri telah ada sejak tahun 1992, namun baru 25 tahun kemudian warga bisa merasakan manfaat listrik secara langsung setiap harinya. Sebelum ada listrik dari PLN, warga desa menggunakan lilin dan pada beberapa tahun belakangan mendapatkan bantuan panel surya atau solar cell dari pemerintah daerah (Pemda). Ada juga beberapa warga yang menggunakan genset.

Saat menggunakan panel surya, warga juga harus menggunakan aki agar tenaga matahari dapat disimpan dan dimanfaatkan untuk penggunaan di malam hari. Walau dari sisi biaya memang terbilang murah, namun panel surya hanya dapat dimanfaatkan untuk penerangan dan bukan untuk penggunaan listrik lainnya.

Selain itu, ada juga beberapa warga mampu yang memiliki genset sendiri sebagai ganti listrik, namun hanya beberapa saja. Penggunaan genset itu pun hanya dapat dimanfaatkan selama kurang lebih enam jam lamanya, mulai dari jam 6 sore hingga jam 12 malam.

Kini, warga mengaku sangat gembira saat listrik masuk ke desa tersebut. Warga pun berterimakasih kepada pemerintah karena telah memasang jaringan listrik baru secara gratis di desa Bomopay.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads