Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 06 Jan 2018 18:30 WIB

Mau Jual 5% Saham, Ini Persiapan Aramco

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Reuters Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Arab Saudi telah mengubah status perusahaan minyak raksasa Aramco menjadi perseroan mulai 1 Januari 2018. Sedangkan Initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana akan dilakukan dalam waktu dekat.

Penjualan 5% saham Saudi Aramco diperkirakan akan berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Ini adalah rencana besar perseroan pada 2030 untuk mereformasi bisnis Arab Saudi.Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman sangat mengupayakan aksi korporasi ini.

Mengutip Reuters, sebagai langkah persiapan IPO, status Saudi Aramco telah menjadi perusahaan gabungan. Ini adalah langkah penting untuk memuluskan rencana IPO. Jika berhasil, maka akan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah yang bisa menghasilkan hingga US$ 100 miliar.


Pada Oktober tahun lalu, Pangeran Mohammad mengatakan kepada Reuters, dia masih menjalankan sesuai rencana 2018. Modal disetor yang dimiliki Aramco sebesar US$ 16 miliar.

IPO Aramco diprediksi akan menjadi penawaran saham publik yang terbesar dalam sejarah. Lalu mampu menghasilkan sekitar US$ 100 miliar untuk kerajaan Saudi. Jika Aramco terdaftar di London nilainya bisa mencapai £ 56 miliar untuk London Stock Exchange.

Financial Conduct Authority (FCA) saat ini sedang berkonsultasi apakah harus membuat kategori baru untuk perusahaan yang ingin mendaftar di London Stock Exchange. Dalam sebuah surat ke komite tersebut, chief executive FCA Andrew Bailey mengakui ada diskusi dengan perusahaan minyak terbesar itu pada awal tahun ini.


Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mendukung rencana initial public offering (IPO) perusahaan minyak milik raja Salman, yakni Saudi Aramco.

Trump menawarkan perusahaan minyak terbesar di dunia itu melantai di bursa saham negeri Paman Sam itu. Dalam kicauannya di twitter, Trump menuliskan. "Kami mengapresiasi Arab Saudi yang akan IPO Saudi Aramco di New York Stock Exchange, ini penting untuk Amerika Serikat," kata Trump beberapa waktu lalu. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com