Sri Mulyani Bicara Soal Keuangan Pertamina Saat Harga Minyak Dunia Naik

Sri Mulyani Bicara Soal Keuangan Pertamina Saat Harga Minyak Dunia Naik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 08 Jan 2018 21:39 WIB
Sri Mulyani Bicara Soal Keuangan Pertamina Saat Harga Minyak Dunia Naik
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) mengalami kenaikan. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kenaikan harga tersebut tidak akan mengganggu anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dia juga menilai, kenaikan harga minyak ini tidak akan mempengaruhi neraca keuangan PT Pertamina (Persero) dan tidak akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).

Dia mengatakan ICP pada asumsi makro adalah US$ 48 per barel. Namun saat ini US$ 50 per barel. "Ini artinya sudah ada US$ 2 per barel. Maka APBN kita untung Rp 2,2 triliun di mana setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel dan untung Rp 1,1 triliun," kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan Pertamina sempat mendapatkan keuntungan dari penurunan harga minyak dunia dan ICP pada 2016 lalu. Namun harga BBM tetap, bahkan tidak mengalami penurunan. Dan keuntungan tersebut digunakan sebagai cadangan pada 2017.

"Saya rasa Pertamina cukup baik. Tapi jika mereka harus ekspansi dan membutuhkan belanja modal cukup banyak, maka (Pertamina) mendapatkan tekanan, butuh dukungan lebih. It's gonna be manageable," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk setiap pelemahan kurs rupiah sebesar Rp 100 per dolar AS, maka APBN akan untung Rp 2,1 triliun. "Jadi kenaikan (ICP) ini tidak akan membuat Pertamina kolaps dari neraca keuangannya," imbuh dia. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads