Go-Jek Cs Diprediksi Bakal Beralih ke Bisnis Fintech

Go-Jek Cs Diprediksi Bakal Beralih ke Bisnis Fintech

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Rabu, 24 Jan 2018 19:15 WIB
Go-Jek Cs Diprediksi Bakal Beralih ke Bisnis Fintech
Foto: Demo driver Go-Jek di kantor Go-Jek di Kemang (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Perusahaan transportasi online seperti GoJek, Grab, dan Uber, diprediksi bakal melakukan transisi bisnis menjadi layanan pembayaran elektronik atau financial technology (Fintech).

"Akan terjadi perubahan besar-besaran dari perusahaan-perusahaan layanan online ini menjadi layanan pembayaran elektronik dan mereka sekarang sudah terjadi," ungkap Danang Parikesit, Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia, di kantor KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal), Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Diungkap Danang, transisi itu lantaran aturan mengenai transportasi online yang sudah mulai ketat dilakukan di beberapa negara sehingga membuat perusahaan beralih ke bisnis fintech.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kecenderungan kompleksitas di beberapa negara sudah mulai ketat aturannya, dan ini mereka juga barangakali akan mengurangi aktivitasnya dan nafsunya untuk investasi di sektor transportasi, bergerak ke sektor pembayaran elektronik," imbuhnya.

Transisi juga didorong oleh tekanan dari para pemilik modal (venture capital) yang menginginkan adanya keuntungan, sehingga berimbas pada para pengemudi untuk menyetor penghasilan yang lebih tinggi.

"Ya kan mereka akan semakin lama membayar semakin tinggi kalau kita ingat dulu mereka mulai dari 10%, 20%, sekarang 37%. Di Indonesia kan masih 30 persenan kan, dan ini masih akan naik terus sampai semua teriak, enggak gerak semua," tambahnya.

Jika telah mencapai posisi "tak bergerak", seperti disampaikan Danang, maka perusahaan transportasi online tak bisa mendapatkan pengemudi baru dan akhirnya akan beralih ke fintech. Ini diprediksi terjadi dalam tiga tahun ke depan.

"Transportasi yang baru akan masuk, pengemudi baru tak akan masuk lagi dan saat itu mereka akan bermigrasi lebih kepada electronic payment daripada layanan transportasi. Saya kira itu akan terjadi tiga tahunan lagi," pungkas Danang. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads