Follow detikFinance
Selasa, 30 Jan 2018 19:35 WIB

Bangun Kilang Rp 130 T, Pertamina Tak Keluar Duit

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi Kilang (Foto: Agung Pambudhy) Ilustrasi Kilang (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Akhirnya PT Pertamina (Persero) mengumumkan mitra untuk menggarap Grass Root Refinery (GRR) Bontang, Kalimantan Timur. Perusahaan itu yakni Overseas Oil and Gas LLC (OOG) dan Cosmo Oil International Pte Ltd (COI), keduanya membentuk konsorsium.

Rencananya Pertamina dengan kedua perusahaan tersebut akan membangun kilang berkapasitas 300 barel per hari (bph). Adapun nilai investasinya ditaksir mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 130 triliun.

Namun ternyata Pertamina tak mengeluarkan dana untuk investasi pembangunan kilang tersebut. Seluruh pembiayaan akan dilakukan oleh OOG. Perusahaan asal Oman itu juga akan akan menyuplai bahan minyak mentah (crude).

"Dari sisi financing, kerjasama ini nanti akan fully funded oleh konsorsium. Pertamina dalam hal ini tidak menyertakan permodalan," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ardhy N Mokobombang di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Meski begitu, Pertamina akan mendapatkan porsi kepemilikan sekitar 10% dalam keikutsertaan di konsorsium. Porsi kepemilikan itu didapat dalam keikutsertaan di tahap awal yakni feasibility study hingga kajian-kajian teknis.

"Untuk yang 10% ini, kita akan inject, maksudnya kebutuhan dari pada 10% tentunya kalau dalam tahap awal kan untuk kajian-kajian ya. Kami minta ini ditanggung juga oleh pihak partner sehingga sebenarnya kita tidak mengeluarkan capital sama sekali." kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso.

Sementara itu, Gigih menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi kilang sendiri merupakan milik pemerintah. Sehingga pihaknya masih akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Soal skema pemanfaatannya nanti, apakah bentuknya sewa, kerja sama atau sebagainya. Itu tentu jadi beban atau tanggungan joint venture company nantinya," tukasnya.

Dari porsi itu Pertamina mendapatkan hak untukb memasok sampai 20% dari minyak mentah GRR Bontang, lalu juga Product Offtake di mana Pertamina tidak memberikan jaminan offtake, serta Pertamina bersedia bekerjasama untuk joint marketing. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed