Follow detikFinance
Selasa, 06 Feb 2018 16:28 WIB

Pengusaha Ingin Harga Batubara Untuk Listrik Diatur Jangka Panjang

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Harga batu bara dalam negeri untuk kebutuhan pembangkit listrik akan diatur besarannya. Rencana ini masih dibicarakan antara Kementerian ESDM, pengusaha batu bara, dan PT PLN (Persero).

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan, pihaknya menginginkan penetapan harga batu bara untuk pembangkit listrik dipatok dalam jangka panjang alias tak hanya saat harga batu bara sedang tinggi seperti belakangan ini. Pasalnya, pendapatan dari harga jual batu bara juga berimbas ke penerimaan negara.

"Kita mau long-term saja sebenarnya, bikin life of main, B to B lalu formula. Itu oke. Jangan lupa, pemain kontraktor batu bara itu pemain negara, pendapatannya itu buat negara juga," ujar Pandu di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2018).

Upaya penetapan harga tersebut, lanjut Pandu, disambut baik. Pasalnya, perusahaan juga ingin ikut membantu PLN seiring bertambahnya pembangkit yang menggunakan batu bara.

"Ini kita mau komunikasi, jadi biar bisa lihat kedua belah pihak. Banyak sekali juga yang bangun power plant loh, membantu PLN juga. Kita gak mungkin melawan, buat apa, kita kan kontraktor," kata Pandu.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia ( APBI ) Hendra Sinadia menambahkan, dalam pertemuan Senin (5/2) kemarin di Kementerian ESDM bersama dengan PLN didiskusikan mengenai beberapa kemungkinan harga batu bara untuk pembangkit listrik. Seluruh pihak yang terlibat melakukan diskusi untuk menghasilkan satu keputusan yang tidak saling merugikan.

"Jadi cerita kemarin gini, opsi itu masih di-explore. Jadi, kemarin itu Pak Menteri mencoba menampung masukan sehingga muncul beberapa opsi. Itu opsi di-explore satu-satu. Itu bukan opsi pakem, jadi brainstorming," kata Hendra.

Pengusaha batu bara meminta agar dilakukan penetapan harga dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga ketika harga batu bara tinggi, PLN bisa tetap untung, dan ketika harga anjlok, pengusaha tidak ikut terdampak terlalu dalam.

"Makanya soal harga tuh, saat ini harga segini, tapi harus liat long-term dong. Kita bikin research loh, kita udah bilang. Boleh enggak cost plus, tapi long-term aja. PLN kan member, jadi kita bikin win-win saja, jangan mikir sekejap. Jadi pas harga naik, PLN untung, pas turun, perusahaan batu bara enggak rugi banget. Nah, isu long-term ini yang susah. Kalau enggak, ya sudah ambil harga market saja," tutur Pandu. (ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed