Follow detikFinance
Kamis 08 Feb 2018, 09:45 WIB

Sulitnya PLN Alirkan Listrik di Asmat

Wilpret Siagian - detikFinance
Sulitnya PLN Alirkan Listrik di Asmat Kondisi kelistrikan di Kabupaten Asmat/Foto: Wilpret Siagian/detikcom
Asmat - Kabupaten Asmat salah satu kabupaten di Papua yang minim sarana dan prasarana, salah satunya listrik. PT PLN (Persero) mengaku kesulitan dalam membangun jaringan listrik di kabupaten yang berada di wilayah Selatan Papua itu.

Sampai saat ini beberapa perkantoran pemerintah belum teraliri Listrik di Kabupaten Asmat, seperti Gedung DPRD Kabupaten Asmat, RSUD Kabupaten Asmat, beberapa kantor Dinas otonom Kabupaten Asmat.

"Ketidaktersediaan listrik ini menjadi penghambat bagi pelayanan pemerintah kepada masyarakat," ujar Wakil Bupati Kabupaten Asmat, Thomas E. Safanpo kepada detikFinance, Rabu (7/2/2018) .

Di sisi lain, PLN berupaya memenuhi kebutuhan listrik di Asmat. Namun ada beberapa kendala yang dihadapi.

"Ada tiga hal yang menjadi tantangan kami dalam membangun kelistrikan di kabupaten Asmat," ujar General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat, Yohanes Sukrislismono.

Yohanes mengatakan, tiga kesulitan yang dihadapi PLN membangun jaringan di kabupaten Asmat yakni masalah transportasi, masalah konstruksi dan masalah ketersediaan daya. "Transportasi BBM dan pengangkatan tiang-tiang listrik, karena di Asmat itu tidak tersedia angkutan mobil, sehingga harus dipikul manusia dan ini membutuhkan biaya besar," katanya.

Untuk konstruksi, kata Yohanes, kondisi geografis Asmat yang merupakan rawa-rawa, tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa. Yohanes mengatakan, khusus di Asmat harus ada model konstruksi khusus.

Meski banyak kendala, Yohanes optimistis tahun 2018 semua perkantoran dan perumahan masyarakat akan teraliri listrik.

Menurut Yohanes, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kabupaten Asmat, pihak PLN akan menambah tenaga pembangkit listrik sebesar 1 MW. "Saat ini PLN yang ada di Asmat saat ini sebanyak 1, 4 megawatt (MW) dan beban puncak saat ini 1,1 MW sehingga masih ada sisa 300 kilowatt," tutur Yohanes.

Seiring dengan pembangunan gedung pemerintah di Asmat saat ini, seperti RSUD yang membutuhkan daya besar dan Kantor DPRD Asmat serta beberapa perkantoran pemerintah yang belum teraliri listrik, tahun 2018 PLN akan menambah mesin pembangkit kapasitas 500 Kilowatt.

" Pemda juga berencana menambah pembangkit 500 kilowatt sehingga ada tambahan daya 1 Megawatt . Kalau itu sudah terjadi maka kebutuhan-kebutuhan listrik di kabupaten Asmat sudah tercukupi," ujar Yohanes.

Foto: Wilpret Siagian/detikcom


Listrik Desa

Listrik desa di Kabupaten Asmat 2017 direncanakan untuk 10 desa, namun yang selesai dikerjakan baru 1 desa dan 9 desa lagi dalam tahap pekerjaan. Untuk 2018, kata Yohanes PLN merencanakan pembangunan listrik di 57 desa di kabupaten Asmat.

"Dari 57 desa ini sudah siap dikontrakkan 35 desa sementara 22 desa lagi sedang dilakukan survey," katanya.

Lebih jauh dijelaskan, jumlah desa di kabupaten Asmat ada 224 sementara yang sudah terencana masuk kelistrikan baru 57 desa.

"Sisanya akan diberikan lampu listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang disebut dengan pra eletrifikasi dari kementerian ESDM sambil menunggu adanya jaringan PLN untuk desa-desa tersebut," jelasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed