Follow detikFinance
Kamis, 08 Feb 2018 18:04 WIB

Warga Kampung Laut Nikmati Listrik Gratis 24 Jam dari Kebun Angin Mini

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Cilacap - PT Pertamina (Persero) membangun 15 kincir termasuk 1 kincir sebagai percontohan atau prototype sebagai pembangkit listrik tenaga angin atau kebun angin di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.

Salah satu warga Dusun Bondan, Zaeni menjelaskan, sudah menikmati listrik gratis sejak dibangunnya kincir angin di dusunnya. Sejak ada fasilitas tersebut, Zaeni tidak merasa dimintai iuran listrik selama menggunakannya untuk keperluan penerangan.

"Enggak ada (bayar) kan buat lampu saja," kata dia di Dusun Bondan Kampung Laut Cilacap, Kamis (8/2/2018).

Zaeni mengungkapkan, kehadiran kincir angin sebagai pembangkit listrik, sudah ia nikmati dari akhir tahun 2017 lalu.

Sebagai informasi sebanyak 72 rumah di akhirnya baru bisa tersambung listrik. 54 rumah diantaranya tersambung dengan menggunakan sumber daya angin melalui kincir. Sisanya warga yang wilayah rumahnya jauh diberikan bantuan panel surya, yaitu sebanyak 14 rumah.

Sumber Pembangkit Listrik Tenaga Bayu melalui kincir angin yang dibangun PT Pertamina (Persero) untuk melistriki kegiatan sekitar 200 orang di Kampung Laut Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut juga diamini Unit Manager Communications & CSR Pertamina RU IV Cilacap Binu Bowo Ispramito menegaskan tidak ada pungutan biaya dari fasilitas yang diberikan Pertamina kepada warga Kampung Laut.

"Enggak ada (iuran), kita bangun (kincir) saja dan pasang panel," ujar dia.

Dari pembangunan sekitar 14 kincir, satu prototype dan 14 panel surya ini Pertamina mengeluarkan biaya Rp 350 juta.

GM Refinery Unit (RU) IV Cilacap Dadi Sugiana menjelaskan, mudah-mudahan langkah ini bisa menjadi prototipe untuk mensuplai energi ke seluruh Indonesia sesuai dengan kondisi di daerahnya

"Mudah-mudahan dgn kita mensuplai energi masyarakat punya kesempatan yang sama untuk maju. Karena energi salah satu pra syarat untuk kita bisa beraktivitas dengan lebih baik. Prototipe terpasang( jadi) 15 tiang. Ada lagi 15 panel surya yang tidak dilengkapi dengan prototipe kincir angin. Jadi yang hybrid ada 15 dan 14 panel surya yang mandiri. Ini biaya keseluruhan sekitar Rp 350 juta kita hitung- hitung dengan jumlah energi yang tersalurkan relatif sangat murah. Balik modal dalam dalam hitungan 2-3 tahun," jelas diam.

Dari kebutuhan energinya, Dadi menjelaskan, dari 75 kepala keluarga pihaknya mensuplai sekitar 15 HEOP.

"Kombinasi antara kincir angin dan panel surya sudah memadai untuk energi penerangan dari sore sampai pagi. Kalau akan lebih misalnya untuk masak, pendingin, harus ditambah lagi ini. Ini kebutuhan minimum dulu," kata dia.

Sebagai informasi Desa Ujunng Alang Kecamatan Kampung Laut, jauh sekali lokasinya dengab pusat Kabupaten Cilacap. Desa Kampung Laut hanya bisa diakses menggunakan perahu, dari Pelabuhan Sleko Kabupaten Cilacap dengan durasi 2 jam. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed