Follow detikFinance
Senin, 12 Feb 2018 14:50 WIB

Cerita Jokowi Ada Investor Sampai Bawa 3 Koper Izin

Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal keruwetan perizinan di Indonesia dalam rapat kerja kepala perwakilan Indonesia di luar negeri. Acara ini diselenggarakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Gedung Pancasila, Komplek Kemenlu, Senin (12/2/2018).

Dalam acara ini, Jokowi bercerita ada investor yang mau mengurus izin pembangkit listrik. Jumlahnya mencapai 259 izin.

Alhasil, si investor harus membawa sampai 3 koper untuk menampung dokumen-dokumen izin itu.


"Perlu saya ceritain sedikit, ngurus pembangkit listrik itu 259 izin coba bayangkan. Pernah enggak ada investor bawa 3 koper izin, berapa tahun ngurus izin" ujar Jokowi di Gedung Pancasila, Komplek Kemenlu, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Bukan itu saja, kata Jokowi, setelah dipotong dari 259 menjadi 58 izin, itu pun masih ruwet. Pasalnya, selain izin tersebut, ada pula syarat-syarat yang akhirnya menjadi izin juga.

Jokowi blak-blakan soal perizinan ini karena tahu soal susahnya perizinan di Indonesia.

"Dari 259 sekarang jadi 58, itupun masih ruwet. Karena kelihatannya izin cuma 58, tapi syarat-syaratnya, syarat jadi izin, bisa jadi duit. Saya blak2an aja lho di sini," tutur Jokowi.

"Ada rekomendasi itu juga jadi urusan juga. Syarat-syaratnya, izinnya 1, tapi syaratnya 10. Izin 1 rekomendasinya 5, ya ngurus 5 tambah 5," lanjut Jokowi.


Dia menegaskan, tak mau lagi keruwetan perizinan tersebut diteruskan. Bahkan, Jokowi memastikan akan menelusuri proses perizinan yang masih rumit.

"Kenapa kayak gini diteruskan, enggak mau saya. Saya orang lapangan, saya cari betul. Perizinan saya urus, jangan dipikir kita enggak ngerti," kata Jokowi. (dkp/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed