Follow detikFinance
Senin, 12 Feb 2018 18:27 WIB

Rapat Bersama DPR, PGN dan Pertagas Paparkan Infrastruktur Gas

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Michael Agustinus/detikFinance Foto: Michael Agustinus/detikFinance
Jakarta - Komisi VII DPR RI menggelar rapat bersama Kementerian ESDM, PGN, dan Pertagas. Salah satu yang dibahas mengenai jaminan penyediaan pasokan gas untuk kebutuhan domestik.

Dalam rapat, Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim mengatakan, untuk mendukung tersedianya pasokan gas untuk kebutuhan domestik, ada beberapa hal yang dilakukan perusahaan.

"Bagaimana kami mengembangkan jargas (jaringan gas) rumah tangga, kemudian kami juga diminta untuk mengoperasikan dan membangun SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) untuk transportasi umum," ujarnya di Ruang Rapat Komisi VII, Senin (12/2/2018).

Dia menambahkan, pihaknya juga terus mendorong infrastruktur penyediaan jargas.

"Jargas yang sudah kami lakukan baik yang kami operasikan maupun yang kita bangun untuk mendukung program pemerintah di mana ada kurang lebih ada 40 lokasi dengan total hampir 78.000 sambungan rumah tangga di luar pemasangan gas rumah tangga oleh PGN sendiri. Totalnya hampir 192.500 rumah tangga, melalui jaringan pipa," jelasnya.

Dia juga membahas soal update pipa transmisi Duri-Dumai yang saat ini sudah mencapai 63 kilometer (km). Dengan demikian, nantinya gas dari Natuna bisa dikonsumsi di dalam negeri.

"Pemasangan pipa Duri Dumai di mana di proyek distribusinya hampir selesai, sekarang pemasangan pipa transmisi 63 km. Ini kelanjutan pipa transmisi Duri Dumai yang kami bangun sejak 1998. Dengan adanya pipa ini gas dari West Natuna dimungkinkan masuk domestik," ujarnya.


Direktur Utama Pertagas, Suko Hartono dalam rapat tersebut juga menyampaikan beberapa hal terkait pemanfaatan gas bumi di Indonesia, mulai dari infrastruktur, pasokan, dan permintaan.

"Kemudian untuk pipa distribusi, ada beberapa yang memang kami berbenturan dengan teman-teman PGN. Kami bergerak dari hulu ke end user. Lalu kami membangun transmisi," lanjutnya.

Dia menambahkan, kebutuhan terbesar saat ini berasal dari sektor ritel, hotel dan sektor transportasi. Kemudian untuk menjangkau secara lebih luas, pihaknya akan membangun pipa distribusi.

"Nah, untuk menjangkau ke daerah-daerah kami akan bangun pipa distribusi baik CNG dan LNG," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar mengatakan pihaknya berupaya menjaga suplai gas ke domestik lebih besar dari ekspor. Hal itu guna memenuhi kebutuhan gas dalam negeri.

"Disini kami ingin menyampaikan kami berusaha agar suplai gas ke domestik jauh lebih besar daripada ekspor," tambahnya.

Rapat kali ini juga dihadiri Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama Pertagas Toto Nugroho dan Wakil Kepala SKK Migas Sukandar. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed