Follow detikFinance
Selasa, 13 Feb 2018 16:51 WIB

Ini Blok Migas Andalan PHE Kejar Target Produksi 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Imam Wahyudinata Foto: Imam Wahyudinata
Jakarta -
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan produksi minyak sebesar 70,41 MBOPD dan gas 771,07 MMSCFD di tahun 2018. Sementara lifting minyak ditargetkan 68,08 MMBOPD dan gas 589 MMSCFD.
Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi mengatakan ada beberapa blok yang akan menjadi andalan produksi PHE tahun ini. Di antaranya Blok ONWJ, Blok WMO, Tuban dan beberapa blok migas lainnya yang dikelola oleh PHE.
"Memang tantangannya juga tidak mudah tahun ini, karena ada beberapa blok yang terminasi di 2018. Dan itu sudah masuk ke sini tentunya. Ada beberapa blok seperti NSO, Tuban, Ogan dan Komering, dan harapan kami, yang off seas Sumatera juga akan kita kelola tahun ini," katanya dalam media gathering di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
PHE sendiri telah mendapatkan delegasi dari Pertamina selaku induk usaha untuk mengelola lima blok terminasi atau yang kontraknya sudah berakhir pada tahun ini. Lima blok tersebut di antaranya Blok Ogan Komering dan Blok Tuban yang selama ini telah dikelola oleh perseroan.
Kemudian ada pula Blok Southeast Sumatera (SES), namun belum secara resmi diserahkan kepada perseroan. Blok Southeast Sumatera di Lampung selama ini dioperasikan oleh CNOOC SES Limited. Namun, kontrak CNOOC di blok itu akan berakhir pada 5 September 2018.
Selain Ogan Komering, Tuban, dan SES, Pertamina Hulu Energi juga akan mengelola Blok North Sumatera Offshore (NSO) dan North Sumatera B (NSB).
"Jadi lima blok itu akan diserahkan ke PHE. Yaitu Ogan, NSO, Tuban, Blok SES dan NSB," ungkapnya.
Dari proyeksi produksi tersebut, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini sebesar US$ 1,97 miliar. Sedangkan untuk laba bersih tahun ini diproyeksikan US$ 211,2 juta.
Peningkatan juga akan terjadi pada anggaran biaya operasi (ABO) dan anggaran biaya investasi (ABI) yang tahun ini, diproyeksikan masing-masing sebesar US$ 1,07 miliar untuk ABO dan ABI sebesar US$ 53,54 juta. Sementara untuk anggaran investasi tahun ini juga naik menjadi US$ 537 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.


(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed