Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Feb 2018 15:33 WIB

Direksi Pertamina Ditambah Jadi 11, Efektifkah?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kemarin melakukan perombakan direksi dan penambahan nomenklatur di PT Pertamina (Persero). Dalam RUPS, posisi Direktur Gas dihilangkan dan ditambah dua Direktur baru, antara lain Direktur Pemasaran Retail dan Direktur Logistik, Supply Chain, Infrastruktur.

Dengan demikian, posisi direksi Pertamina yang sebelumnya berjumlah 10, kini menjadi 11 dengan adanya dua nomenklatur baru tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Konfederasi SP Migas Indonesia (KSPMI) Faisal Yusra mengatakan bahwa penambahan direksi Pertamina tidak sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) November 2014 lalu. Di 2014 jumlah direksi Pertamina 8, namun kini berjumlah 11.

"Jadi kalau dibaca pertama, Presiden Jokowi saat dilantik dengan tegas mengatakan bahwa perampingan organisasi harus lebih sedikit dari yang ada, waktu itu 8," ujar Faisal saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (14/2/2018).


Ia menilai ada sejumlah posisi direksi yang memiliki tugas yang hampir serupa. Penggemukan jumlah direksi Pertamina pun dinilai tidak efektif.

"Nggak efektif, nggak ada gunanya buat koordinasi ini. Pemasaran jadi tiga nggak efektif sekali," kata Faisal.


Faisal menilai bisnis Pertamina masih sama seperti beberapa tahun lalu, sehingga tidak membutuhkan tambahan direksi dengan nomenklatur baru.

"Jadi oleh karena itu 5 tahun ke depan belum perlu. Perubahan belum ada bisnis baru," ujar Faisal.

Ia menambahkan, jumlah direksi Pertamina seharusnya berjumlah 6 termasuk posisi Direktur Utama. Direktur Hulu dan Gas digabung termasuk menangani pengolahan dan distribusi.


Kemudian, Direktur Hilir, Direktur Finance dan IT yang bisa digabung menjadi satu karena saling berkaitan.

Posisi direksi yang tidak kalah pentingnya adalah Direktur SDM dan Direktur Portofolio Bisnis yang juga menangani aset perseroan. Dengan demikian, hanya diperlukan enam direksi di pucuk Pertamina. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed