Kontrak tersebut mencakup pembangunan dua unit pembangkit listrik dengan kapasitas masing-masing 50 megawatt (MW). Perusahaan Polandia tersebut memiliki andil dalam investasi Rp 950 juta atau sekitar 35%.
Paket pembiayaan yang disiapkan bersama oleh BGK dan Korporacja Ubezpieczeń Kredytów Eksportowych (KUKE) merupakan bagian di dalam kontrak. Selain itu, KUKE memberikan Rafako jaminan kontrak di mana blok pertama dibuat dalam waktu 36 bulan dan yang kedua selama 39 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019 |
"Kami ingin membangun pembangkit listrik berkapasitas 50-100 MW. Saat ini kami siap mengajukan penawaran dalam tiga tender berikutnya," bunyi keterangan tertulis dari Rafako, Jumat (23/2/2018).
BGK mendukung ekspansi perusahaan Polandia ke luar negeri. Bisnis Polandia dinilai membutuhkan pendanaan agar bisa bersaing di pasar global.
Berkat kerja sama berbagai pihak, Rafako bisa bisa melakukan ekspansi hingga ke negara yang jauh, Indonesia.
Rafako merupakan kontraktor yang biasa membangun infrastruktur ketenagalistrikan dan penghasil boiler terbesar di Eropa. Perusahaan ini menawarkan desain dan produksi boiler. (ara/ang)










































