Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 18:30 WIB

Darmin: Subsidi BBM Ditambah Karena Harga Minyak Naik

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta anggaran subsidi untuk Solar ditambah. Saat ini subsidi solar Rp 500 per liter, dan Kementerian ESDM ingin ditambah antara Rp 700-1.000 per liternya.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mau tidak mau subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) harus ditambah, apalagi Presiden Joko Widodo ingin harga BBM tidak naik sampai 2019 untuk menjaga daya beli masyarakat menambah besar subsidi BBM. Selain itu menjaga kondisi keuangan Pertamina.


"Kalau harga crude oil-nya (naik), ya pasti biaya naik. Pemerintah bisa saja diam tapi bisa kolaps mereka (Pertamina) kalau tidak ditambah subsidinya. Menaikkan subsidi Itu konsekuensi dari naiknya harga crude oil," tuturnya di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Pemerintah pun saat ini tengah mempertimbangkan kondisi keuangan negara apakah sanggup menutupi kenaikan subsidi BBM nantinya. Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan untuk memasukkannya ke dalam postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2018.


"Ini sedang dibicarakan, apakah harus RDP atau raker. Itu konsekuensi logis bahwa subsidi harus naik. Subsidi naik dengan penerimaan migas yang surplus," imbuhnya.

Namun keputusan tersebut juga harus melalui perundingan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jika mendapatkan restu maka porsi subsidi BBM akaan ditingkatkan di dalam APBNP 2018.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed