Follow detikFinance
Jumat, 09 Mar 2018 21:20 WIB

Terkendala Izin, Pembangkit Listrik di Bintan Ini Belum Beroperasi

Niken Widya Yunita - detikFinance
Foto: PLN Siap Penuhi Listrik Industri dan Pariwisata Bintan (Dok. PLN) Foto: PLN Siap Penuhi Listrik Industri dan Pariwisata Bintan (Dok. PLN)
Jakarta - PLN siap memasok listrik untuk memenuhi kebutuhan industri dan pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau yang mencapai 160 Mega Volt Ampere (MVA). Caranya dengan merelokasi pembangkit dan membangun transmisi beserta gardu induk baru.

Kesiapan pasokan listrik PLN ini mendapat perhatian dari Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy N. Someng saat berkunjung ke lokasi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Teluk Sasah kapasitas 9 Megawatt (MW), Bintan, Jumat (9/3/2018).

Menurut Andy, pembangkit di Teluk Sasah sudah selesai COD pada Oktober 2017, namun hingga saat ini belum dioperasikan oleh PLN untuk melistriki kawasan industri yang ada di Lobam, Bintan.

"Keterlambatan pengoperasian PLTMG ini disebabkan oleh izin sandar tongkang pengangkut bahan bakar CNG dari Batam belum diberikan dari instansi terkait. Sehingga PLN mengalami kerugian Rp 15 miliar dan pelanggan industri Lobam untuk sementara tidak bisa dilayani," jelas Andy dalam keterangan tertulisnya.

Andy juga menginginkan permasalahan ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu investasi di sektor industri khususnya di Lobam.

"Kami juga ingin memastikan sinergi antar instansi, baik pemasok gas, pemerintah daerah, dinas perhubungan laut, pengelola pelabuhan dan juga PLN. Sehingga komitmen untuk mendukung tumbuhnya industri di Pulau Bintan dan mewujudkan Bintan terang-benderang semakin nyata," jelas Andy.


Sementara itu, Direktur PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto yang turut serta dalam kunjungan kerja Dirjen Listrik mengungkapkan kondisi kelistrikan di Bintan sangat aman. Bahkan PLN siap memasok listrik 160 MVA.

"PLN telah tandatangani nota kesepahaman dengan investor PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dengan daya 120 MVA dan PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) dengan daya 40 MVA pada 24 November 2017. Kami dukung investasi di kawasan industri dan pariwisata semakin membaik. Sehingga Bintan dapat menjadi tujuan wisata dan investasi saat ini dan di masa mendatang," jelas Wiluyo.


ESDM: Pasokan Listrik ke Industri & Pariwisata Bintan karena IzinFoto: PLN Siap Penuhi Listrik Industri dan Pariwisata Bintan (Dok. PLN)

Wiluyo menjelaskan, selain mengoperasikan PLTMG di Teluk Sasah, untuk memenuhi kebutuhan listrik industri dan pariwisata yang mencapai 160 MVA, PLN telah membangun transmisi 150 kV (kilo Volt) dan Gardu Induk (GI) 150 kV di Lagoi. Pembangunan itu sepanjang 20 kilometer route (kmr) dari Gardu Induk 150 kV Sri Bintan.

Selanjutnya PLN akan menambahkan kapasitas daya di Gardu Induk Air Raja dari 60 MVA menjadi 120 MV yang di rencanakan selesai akhir Juni 2018. Kemudian secara bertahap kapasitas Gardu Induk Sri Bintan dan Gardu Induk Kijang semula masing-masing 30 MV akan ditambah menjadi 60 MVA yang diharapkan selesai akhir 2018.

Sedangkan untuk memenuhi listrik di Pulau Bintan rencananya pada 2019 akan dibangun pembangkit listrik bertenaga gas berkekuatan 30 MW. Tentunya setelah PLTMG Teluk Sasah sudah bisa beroperasi.

"Upaya yang PLN lakukan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bintan. Baik untuk pengembangan pembangunan perumahan, usaha bisnis, pariwisata maupun industri agar perekonomian di Pulau Bintan semakin meningkat dan sejajar dengan Pulau Batam," pungkas Wiluyo.

(nwy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed