Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Mar 2018 21:07 WIB

Pertumbuhan Konsumsi Listrik Melambat

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik per tahun untuk 2018-2027 sebesar 6,86%. Angka tersebut turun dari proyeksi 2017-2026 yang sebesar 8,3%.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi F Roekman mengatakan pertumbuhan konsumsi listrik nasional memang mengalami penurunan.

"Iya, aktualnya kan memang pertumbuhan permintaan kita juga turun," kata dia ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).


Bahkan sepanjang 2017 pertumbuhan di bawah 4%. Kata dia, tepatnya di angka 3,57%. Paling rendah tercatat di 2015 yang pertumbuhannya hanya 2,1%. Menurut dia pertumbuhan yang rendah ini lebih disebabkan konsumsi listrik rumah tangga.

"Rumah tangga, kalian sudah pada berhemat semua. Pada turun. Industrinya beberapa industri besarnya bagus. Karena apa karena harganya bagus," lanjutnya.

Tapi penyerapan gas industri juga menurutnya berkontribusi terhadap lambatnya pertumbuhan konsumsi listrik pada tahun lalu. Pasalnya, pengembangan kawasan industri juga lambat.

"Iya ada beberapa yang tidak terlalu seperti harapan kita lah. Kayak di Sei Mangkei. Yang Sei Mangkei kan nggak begitu bagus ya. Cuma ada 5 MVA yang dipasang," terangnya.


Pihaknya tetap optimistis pertumbuhan konsumsi listrik tahun ini meningkat paling tidak tumbuh ke angka 7%. "Kami ekspektasi tahun ini sekitar 7%," sebutnya.

"Makanya kami harus cari jalan. Upayanya penggunaan kompor induksi di rumah. Kan nanti kalau disetujui (DPR) kita boleh tambah daya gratis," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed