Arcandra Bicara Cadangan Minyak RI Menipis

Arcandra Bicara Cadangan Minyak RI Menipis

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 26 Mar 2018 14:26 WIB
Arcandra Bicara Cadangan Minyak RI Menipis
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar blak-blakan soal cadangan minyak di Indonesia. Hal itu dia sampaikan dalam acara Ngopi Bareng Tokoh bertema Kedaulatan Energi Memasuki Indonesia Emas 2045, Minggu (25/3/2018).

"Siapa yang percaya Indonesia negara kaya minyak? Siapa yang tidak percaya? Apakah kita negara kaya minyak atau bukan?" tanya Arcandra dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta tersebut dikutip detikFinance dari keterangan tertulisnya, Senin (26/3/2018).

Arcandra menjelaskan saat ini Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak bumi sekitar 3,3 miliar barel. Jika diasumsikan produksi konstan sebanyak 800 ribu barel per hari (bph) tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11-12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Tapi ini mungkin tidak 11-12 tahun ke depan, karena produksi akan turun. Tahun depan mungkin turun menjadi 700 ribu (bph) dan seterusnya," jelas Arcandra.

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kondisi tersebut, Arcandra mengatakan faktor teknologi dan temuan cadangan baru adalah kunci keberlangsungan produksi minyak bumi di Indonesia.

Kata dia teknologi eksploitasi minyak bumi saat ini hanya mampu mengambil 40-50% cadangan minyak dari dalam perut bumi.


"Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa menguras lebih. Selama anak cucu kita bisa menemukan teknologi itu, kita tidak akan bisa memproduksi lebih dari itu. Untuk gas lebih baik, kita masih (memiliki cadangan) 25-50 tahun ke depan," paparnya.

Saat ini cadangan terbukti minyak Indonesia memang mencapai 3,3 miliar barel. Hanya saja itu bukan berarti cadangan melimpah. Dibandingkan dengan cadangan terbukti minyak dunia, hanya setara dengan 0,2%. Selain itu, Reserve Replacement Ratio (RRR) Indonesia juga dinilai masih rendah.

"Kita hanya mampu reserve replacement rasio 50%. Itu adalah rasio berapa banyak yang kita ambil terhadap berapa banyak (cadangan minyak) yang kita temukan. Kita dua kali lebih banyak mengambil daripada menemukan, sementara negara-negara tetangga RRR-nya banyak yang di atas 100%," tambahnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads