Dengan kapasitas total 120 Mega Volt Ampere (2x60 MVA), GIS ini sanggup memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik untuk kota Bandung dan sekitarnya. Utamanya daerah Gedebage, Rancasagatan, Rancabolang, Cisaranten, Derwati, juga termasuk kawasan Summarecon dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan teknologi saat ini, PLN dapat memaksimalkan ketersediaan lahan di kota Bandung. Untuk gardu listrik sejenis konvensional malah memerlukan lahan hingga 2 hektare," ujar Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/2/2018).
Selain itu, menurut Amir GIS ini memiliki kelebihan dalam hal pengamanan yang menggunakan teknologi gas sebagai media isolasi dibanding teknologi konvensional.
Menurut Amir, GIS yang baru ini sudah menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi pada peralatan yang bertegangan. Peralatan-peralatan utamanya berada dalam satu selubung logam tertutup rapat.
"Ini berbeda dengan gardu listrik konvensional yang menggunakan media udara sebagai isolasi antar peralatan bertegangan," kata Amir. (nwy/hns)











































