Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Apr 2018 14:20 WIB

Pembangunan PLTA Terbesar RI Segera Dikebut

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi PLTA (Foto: Lamhot Aritonang) Ilustrasi PLTA (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Powerchina menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan.

Pada tanggal 13 April, Powerchina, bersama dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy Co. Ltd., menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Kayan River di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri Ding Zhengguo, Ketua Powerchina Intl. Utusan Khusus Presiden RI dan Menteri Koordinator Bidang Kelautan Luhut Binsar Panjaitan juga hadir untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.


Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Sungai Kayan terletak di provinsi Kalimantan Utara di Indonesia, dengan total kapasitas terpasang sebesar 9.000 MW dan total nilai investasi sebesar US $ 17,8 miliar.

"Pewerchina menandatangani perjanjian Kontrak atau Joint Venture dengan PT Kayan dengan total investasi US$ 17,8 miliar untuk tahap Kayan 1-5,"kata Guo Xiaodan, Kepala Perwakilan Sinohydro Corporation Limited di Jakarta, Senin,(16/4/2018).

Pembangunan PLTA Terbesar RI Seger DikebutFoto: dok. Powerchina

Lebih lanjut dijelaskan, Powerchina mulai mempelajari sumber daya PLTA Sungai Kayan pada tahun 2008 dan menyelesaikan perencanaan sumber daya tenaga air untuk seluruh cekungan Sungai Kayan pada tahun 2013, pada saat yang sama menyelesaikan studi kelayakan dan desain awal dari PLTA Kayan River I.

Provinsi Kalimantan Utara, sambil membanggakan sumber daya alamnya yang kaya dan potensi besar untuk pembangunan, pembangunan ekonominya mengalami banyak kendala karena kekurangan pasokan listrik jangka panjang.

PLTA Kayan sendiri terletak di Desa Long Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk melihat calon lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan yang bakal menjadi pembangkit bertenaga air terbesar di Indonesia.


PLTA Kayan memiliki potensi 9.000 MW, enam kali lebih besar dibanding PLTA Cirata di Jawa Barat yang berkapasitas 1.080 MW. PLTA Cirata merupakan PLTA terbesar di Indonesia saat ini.

Mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Cascade Station dari Sungai Kayan akan meningkatkan pengembangan sumber daya mineral lokal, industri manufaktur, transportasi dan area lainnya, meningkatkan penghidupan masyarakat lokal dan pertumbuhan ekonominya.

Sejak memasuki pasar Indonesia pada tahun 1995, Powerchina dan anak perusahaannya telah menyelesaikan beberapa proyek listrik dan infrastruktur dengan total nilai kontrak sekitar US$ 2,4 miliar.

Proyek-proyek utama Powerchina saat ini sedang dalam tahap konstruksi termasuk, Kereta Berkecepatan Tinggi Jakarta-Bandung, Proyek Bendungan Jatigede, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Jatigede, Proyek Pangkalan Susu 3 & 4 CFSPP, PLTA Batang Toru. Nilai kontrak total sekitar US$ 5 miliar. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed