Fakta di Balik Tantangan Debat Rizal Ramli ke Sri Mulyani soal Utang

Fakta di Balik Tantangan Debat Rizal Ramli ke Sri Mulyani soal Utang

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 05 Mei 2018 11:34 WIB
Fakta di Balik Tantangan Debat Rizal Ramli ke Sri Mulyani soal Utang
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Utang pemerintah Republik Indonesia (RI) yang terus bertambah berbuntut panjang. Kini polemik itu berujung pada perseteruan antara mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Episode RR vs Sri Mulyani ini bermula ketika banyaknya piham yang menyuarakan pandangan negatif tentang utang RI. Pemerintah tetap yakin bahwa utang yang sudah menggunung itu masih dalam batas aman.

Presiden Joko Widodo sampai-sampai berujar di salah satu kesempatan bahwa Menterinya, Sri Mulyani memiliki basis data yang kuat untuk membuktikan bahwa utang RI masih dalam batas aman. Dia mempersilahkan siapapun yang ingin berdebat dengan menterinya itu soal utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu langsung disambut oleh Riizal Ramli. Dia terus bersuara lantang untuk mengajak Sri Mulyani berdebat. Namun hingga kini genderang perangnya belum ditanggapi. Berikut fakta di balik tantangan debat tersebut.

Ini Utang RI yang Jadi Polemik

Foto: Rachman Haryanto
Total utang pemerintah per Maret 2018 sebesar Rp 4.136,49 triliun, dengan porsi valuta asing (valas) sebesar US$ 109,6 miliar. Angka tersebut naik dari posisi Februari 2018 Rp 4.034,8 triliun.

Mengutip APBN Kita Kementerian Keuangan, jumlah utang Rp 4.136,39 triliun disebut masih terjaga di level aman pada rasio 29,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kementerian Keuangan menjelaskan, meningkatnya rasio utang terhadap PDB dibandingkan dengan akhir Februari lalu lebih disebabkan strategi front loadingpembiayaan APBN untuk mengantisipasi dampak meningkatnya Fed Fund Rate (FFR) serta ketidakpastian global
secara keseluruhan, seperti terjadinya perang dagang, eskalasi konflik geopolitik dunia, dan lainnya yang berdampak pada biaya pendanaan di pasar keuangan.

Setelah semester I tahun ini, rasio utang akan menurun seiring dengan meningkatnya PDB. Dengan makin membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat kredit Indonesia maka pembiayaan utang tersebut berhasil diperoleh dengan biaya yang semakin rendah. Pemerintah konsisten melakukan pengelolaan utang secara prudent untuk menjaga keberlanjutan fiskal pemerintah yang sehat.


Tantangan Dicuekin, RR Sindir Lagi Sri Mulyani

Rizal Ramli bertemu Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno (Foto: Indra-detikcom)
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli sepertinya sangat mendambakan bisa berdebat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun ajakannya masih belum direspons oleh mantan pejabat Bank Dunia itu.

Publik pun bertanya-tanya apa hendak dibuktikan Rizal Ramli hingga sangat ingin berdebat dengan Sri Mulyani terkait utang. Namun Rizal menegaskan bahwa dirinya hanya menyambut undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun ajakan itu hingga kini belum mendapatkan resposn. Ketika ditanya oleh awak media Sri Mulyani hanya melempar senyum.

Mendengar hal itu, Rizal Ramli memandang Sri Mulyani tidak menghiraukan perintah Presiden.

"Nah dia menjawabnya enggak jelas, Menteri Keuangan tidak dengar perintah Presiden. Saya enggak tahu siapa bosnya, Presiden atau Menkeu," sindirnya.

Ditanya Alasan Ajak Debat, RR: Jokowi yang Minta

Foto: Lamhot Aritonang
Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memang terlihat sangat ingin berdebat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Lantas apa alasannya?

Rizal pun menegaskan bahwa ide debat itu bukan murni inisiatif darinya. Ajakan debat itu sebenarnya hanya menyambut undangan Presiden Joko Widodo.

"Kan Presiden Jokowi yang ngajak duluan, silakan yang punya data berdebat dengan Menteri Keuangan. Saya hanya menyambut undangan Presiden. Kan yang mulai Pak Presiden dulu," tuturnya.

Jokowi dalam acara di salah satu stasiun televisi memang mempersilakan siapapun untuk beradu argumen tentang utang dengan Sri Mulyani. Dia percaya menterinya memiliki data untuk mendukung argumennya.

Pernyataan itu lantas direspons oleh Rizal Ramli. Dalam akun Twitter-nya dia menantang Sri Mulyani berdebat soal utang pemerintah yang jumlahnya sudah tembus Rp 4.000 triliun itu.

Namun ajakan itu hingga kini belum mendapatkan respons. Ketika ditanya oleh awak media dia hanya melempar senyum.

Dalam debat itu, Rizal mengaku ingin membuktikan bahwa data-data yang dimiliki Sri Mulyani tidak komprehensif. Secara tidak langsung dia juga menyebut Sri Mulyani bagian dari masalah utang negara.

"Nanti saja, nanti tahu lah siapa yang pakai data-data sepotong, siapa yang bagian dari masalah, siapa yang selalu menerbitkan surat utang dengan bunga ketinggian," tegasnya.


Seruan RR: Mbok Sri Tanggung Jawab Dong!

Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikcom
Rizal Ramli terus menabuh genderang untuk debat soal utang Indonesia dengan Sri Mulyani Indrawati. Dia bukan hanya berbicara di depan media tapi juga melalui akun twiternya @ramlirizal.

Kemarin pagi, sekitar pukul 9.54 pagi Rizal Ramli memposting link pemberitaan salah satu media yang memuat omongannya dia tentang tantangan debat dengan Sri Mulani.

Dalam cuitnya dia juga menambahkan kalimat menyindir Sri Mulyani. Dia menyebut mantan pejabat Bank Dunia itu bertanggung jawab atas utang-utang RI sejak dia menjabat di era SBY.

"Mbok Sri tanggung jawab dong !!" kata Rizal.

Dalam artikel itu dia menyindir pemerintahan era SBY telah menerbitkan utang hingga US$ 43 miliar dengan bunga 2% lebih mahal dari Thailand, Filipina dan Vietnam. Padahal kata Rizal negara-negara itu rating utangnya lebih rendah dari Indonesia.

Kepada detikFinance, dia mengaku ingin membuktikan bahwa data-data yang dimiliki Sri Mulyani tidak komprehensif. Secara tidak langsung dia juga menyebut Sri Mulyani bagian dari masalah utang negara.


Halaman 2 dari 5
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads