Episode RR vs Sri Mulyani ini bermula ketika banyaknya piham yang menyuarakan pandangan negatif tentang utang RI. Pemerintah tetap yakin bahwa utang yang sudah menggunung itu masih dalam batas aman.
Presiden Joko Widodo sampai-sampai berujar di salah satu kesempatan bahwa Menterinya, Sri Mulyani memiliki basis data yang kuat untuk membuktikan bahwa utang RI masih dalam batas aman. Dia mempersilahkan siapapun yang ingin berdebat dengan menterinya itu soal utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini Utang RI yang Jadi Polemik
|
Foto: Rachman Haryanto
|
Mengutip APBN Kita Kementerian Keuangan, jumlah utang Rp 4.136,39 triliun disebut masih terjaga di level aman pada rasio 29,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kementerian Keuangan menjelaskan, meningkatnya rasio utang terhadap PDB dibandingkan dengan akhir Februari lalu lebih disebabkan strategi front loadingpembiayaan APBN untuk mengantisipasi dampak meningkatnya Fed Fund Rate (FFR) serta ketidakpastian global
secara keseluruhan, seperti terjadinya perang dagang, eskalasi konflik geopolitik dunia, dan lainnya yang berdampak pada biaya pendanaan di pasar keuangan.
Setelah semester I tahun ini, rasio utang akan menurun seiring dengan meningkatnya PDB. Dengan makin membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat kredit Indonesia maka pembiayaan utang tersebut berhasil diperoleh dengan biaya yang semakin rendah. Pemerintah konsisten melakukan pengelolaan utang secara prudent untuk menjaga keberlanjutan fiskal pemerintah yang sehat.
Tantangan Dicuekin, RR Sindir Lagi Sri Mulyani
|
Rizal Ramli bertemu Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno (Foto: Indra-detikcom)
|
Publik pun bertanya-tanya apa hendak dibuktikan Rizal Ramli hingga sangat ingin berdebat dengan Sri Mulyani terkait utang. Namun Rizal menegaskan bahwa dirinya hanya menyambut undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun ajakan itu hingga kini belum mendapatkan resposn. Ketika ditanya oleh awak media Sri Mulyani hanya melempar senyum.
Mendengar hal itu, Rizal Ramli memandang Sri Mulyani tidak menghiraukan perintah Presiden.
"Nah dia menjawabnya enggak jelas, Menteri Keuangan tidak dengar perintah Presiden. Saya enggak tahu siapa bosnya, Presiden atau Menkeu," sindirnya.
Ditanya Alasan Ajak Debat, RR: Jokowi yang Minta
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
Rizal pun menegaskan bahwa ide debat itu bukan murni inisiatif darinya. Ajakan debat itu sebenarnya hanya menyambut undangan Presiden Joko Widodo.
"Kan Presiden Jokowi yang ngajak duluan, silakan yang punya data berdebat dengan Menteri Keuangan. Saya hanya menyambut undangan Presiden. Kan yang mulai Pak Presiden dulu," tuturnya.
Jokowi dalam acara di salah satu stasiun televisi memang mempersilakan siapapun untuk beradu argumen tentang utang dengan Sri Mulyani. Dia percaya menterinya memiliki data untuk mendukung argumennya.
Pernyataan itu lantas direspons oleh Rizal Ramli. Dalam akun Twitter-nya dia menantang Sri Mulyani berdebat soal utang pemerintah yang jumlahnya sudah tembus Rp 4.000 triliun itu.
Namun ajakan itu hingga kini belum mendapatkan respons. Ketika ditanya oleh awak media dia hanya melempar senyum.
Dalam debat itu, Rizal mengaku ingin membuktikan bahwa data-data yang dimiliki Sri Mulyani tidak komprehensif. Secara tidak langsung dia juga menyebut Sri Mulyani bagian dari masalah utang negara.
"Nanti saja, nanti tahu lah siapa yang pakai data-data sepotong, siapa yang bagian dari masalah, siapa yang selalu menerbitkan surat utang dengan bunga ketinggian," tegasnya.
Seruan RR: Mbok Sri Tanggung Jawab Dong!
|
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikcom
|
Kemarin pagi, sekitar pukul 9.54 pagi Rizal Ramli memposting link pemberitaan salah satu media yang memuat omongannya dia tentang tantangan debat dengan Sri Mulani.
Dalam cuitnya dia juga menambahkan kalimat menyindir Sri Mulyani. Dia menyebut mantan pejabat Bank Dunia itu bertanggung jawab atas utang-utang RI sejak dia menjabat di era SBY.
"Mbok Sri tanggung jawab dong !!" kata Rizal.
Dalam artikel itu dia menyindir pemerintahan era SBY telah menerbitkan utang hingga US$ 43 miliar dengan bunga 2% lebih mahal dari Thailand, Filipina dan Vietnam. Padahal kata Rizal negara-negara itu rating utangnya lebih rendah dari Indonesia.
Kepada detikFinance, dia mengaku ingin membuktikan bahwa data-data yang dimiliki Sri Mulyani tidak komprehensif. Secara tidak langsung dia juga menyebut Sri Mulyani bagian dari masalah utang negara.
Halaman 2 dari 5











































