Follow detikFinance
Rabu, 23 Mei 2018 16:41 WIB

RI Untung Rp 300 M di Setiap US$ 1 Kenaikan Harga Minyak Dunia

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyampaikan Indonesia tidak akan terlalu terdampak terhadap kenaikan harga minyak dunia. Pasalnya ada keuntungan yang diterima dari setiap poin kenaikan harga minyak dunia.

Hal itu dia sampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

"Jadi kami mendapatkan data dari BKF (Badan Kebijakan Fiskal), setiap US$ 1 kenaikan harga minyak itu penerimaan negara akan bertambah Rp 2,8 triliun sampai Rp 2,9 triliun, sedangkan (peningkatan) subsidi Rp 2,5 triliun sampai Rp 2,6 triliun. Jadi masih ada windfall profit sekitar Rp 300 miliar," katanya Rabu (23/5/2018).


Anggota Komisi VII Ramson Siagian pun sempat menanyakan apabila harga minyak dunia tembus US$ 80-100 per barel apa dampaknya terhadap Indonesia.

"Kalau harga minyak nanti kembali ke US$ 80 atau pun sampai US$ 100 apakah pemerintah sudah siap? Kebetulan kita pernah alami subsidi sampai Rp 300 triliun dan pernah mengalami harga minyak yang lebih dari US$ 100 per barel. Mudah mudahan dengan pengalaman ini kita masih bisa bertahan untuk mengelola, mengatasi kondisi seperti ini," katanya.


Ditambah lagi, kebijakan subsidi bahan bakar saat ini dinilainya lebih baik. Jadi kenaikan harga minyak tidak akan terlalu berdampak, khususnya buat pengeluaran negara.

"Lebih lebih kita sudah mulai maju penanganannya, yang dulu masih subsidi itu kalau harga minyak atau pun kursnya berubah, maka subsidi makin besar. Sejak kepemimpinan Presiden Jokowi subsidi itu untuk solar fix, tidak tergantung kurs maupun tergantung harga minyak," tambahnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed