Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Mei 2018 12:08 WIB

6 Wilayah Terluar RI di Natuna Nikmati Listrik 24 Jam

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pool/PLN Foto: Pool/PLN
Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan rasio listrik desa mencapai 100% di tahun 2019. Saat ini, PLN berupaya melistriki desa-desa di pulau-pulau terdepan Indonesia, salah satunya di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Pada Mei 2018 ini, PLN melistriki 13 desa di Kabupaten Natuna dan enam lokasi yang jam nyala listriknya ditingkatkan menjadi 24 jam. Adapun nilai investasi untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp 23 miliar.

Peresmian 13 desa berlistrik dan peningkatan 24 jam nyala di enam lokasi di Kabupaten Natuna tersebut dilakukan kemarin, Selasa (29/5/2018).

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengapresiasi komitmen PLN dalam melistriki Kepri, khususnya Natuna. Dia menjelaskan, di Kepri ada 2.840 pulau di mana sebanyak 385 pulau berpenghuni dan 60 pulau telah berlistrik. Dirinya berharap 2019 PLN segera menuntaskan program pembangunan infrastruktur kelistrikan di pulau-pulau tersebut pada 2019.

"Terima kasih kepada pemerintah pusat dan PLN yang komit melistriki Kepri, khususnya Natuna. Hal ini sesuai dengan Nawacita Presiden RI mewujudkan pembangunan daerah terluar, tertinggal dan terdepan," kata Nurdin dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Ketigabelas desa di Kabupaten Natuna yang diresmikan, antara lain Desa Pulau Tiga/Sabang Mawang, Desa Tanjung Kumbik Utara, Desa Setumuk, Desa Selading, Desa Sabang Mawang Barat, Desa Tanjung Batang, Desa Kadur, Desa Tanjung Pala, Desa Meliah, Desa Terayak, Desa Meliah Selatan, Desa Subi Besar dan Desa Subi Timur.

Adapun enam lokasi di Kabupaten Natuna yang jam nyalanya ditingkatkan menjadi 24 jam adalah Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Tiga, dan Sistem Listrik Klarik Kecamatan Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto berharap infrastruktur kelistrikan di Natuna dapat mengakselerasi program-program yang sedang digulirkan pemerintah, seperti pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau. Kemudian, memperkuat penjagaan kawasan pertahanan di Natuna serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.

"Kami mendukung program pembangunan daerah dengan menyediakan pasokan listrik yang cukup. Dengan adanya listrik, sentra nelayan seperti cold storage dan oven dapat dioperasikan secara maksimal sehingga warga Natuna yang berprofesi sebagai nelayan dapat mengelola hasil tangkapan menjadi lebih efisien" ujar Wiluyo.

Saat ini, rasio desa berlistrik di Natuna mencapai 90%. Dengan jumlah 76 desa, sebanyak 69 desa telah terlistriki hingga Mei 2018. Sistem kelistrikan Natuna dipasok dari sistem pembangkit isolated yang memiliki daya mampu sebesar 10,55 MW dengan beban puncak sebesar 5,46 MW. Hal itu menunjukan cadangan daya di Natuna aman dengan adanya surplus daya sebesar 5,09 MW.

Provinsi Kepulauan Riau memiliki 5 kabupaten, 2 kotamadya, 66 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 416 desa. Saat ini, rasio desa berlistrik di Kepri mencapai 80,77% di mana sejumlah 336 desa telah terlistriki. Rencananya dalam tahun 2018-2019, 80 desa di Kepri akan segera dilistriki PLN.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com