Follow detikFinance
Selasa, 05 Jun 2018 14:51 WIB

Subsidi Solar Mau Naik Jadi Rp 2.000/Liter, Ini Kata Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi solar ditambah Rp 1.500 per liter. Dengan demikian, total subsidi solar menjadi Rp 2.000 per liter tahun ini.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku usulan tambahan subsidi solar menjadi Rp 2.000 sudah sesuai pembahasan bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Direksi Pertamina.

"Kemarin keputusannya adalah kenaikan sebesar Rp 1.000 per liter menjadi Rp 2.000 per liter," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/6/2018).


Tambahan subsidi solar dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kondisi keuangan Pertamina sebagai BUMN juga menjadi perhatian dan tentunya agar APBN tetap sehat.

"Kita telah menghitung bersama dengan Pertamina, PLN, Menteri ESDM, dan Menteri BUMN mengenai policy yang menjaga tiga hal. Di satu sisi menjaga masyarakat, kedua kondisi perusahaan, ketiga agar APBN tetap sehat," tambah dia.


Selain itu, wanita yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengaku siap menambah anggaran subsidi listrik lantaran adanya tambahan 1 juta pelanggan berkapasitas 450 VA.

"Kemudian untuk PLN seperti yang sudah saya sampaikan dengan adanya penambahan 450 VA pelanggan baru sebanyak 1 juta, kami juga akan menambahkan anggaran untuk subsidi. Mekanismenya akan kami sampaikan di laporan semester kepada dewan Pak Jonan juga sudah sampaikan ke Komisi VII," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed