Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Jun 2018 11:36 WIB

31.000 Pangkalan Elpiji Siaga 24 Jam Selama Libur Lebaran

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Adhar Muttaqin Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta - Demi memperlancar distribusi Elpiji 3 kg kepada konsumen, pemerintah telah menyiapkan pangkalan siaga Elpiji sekitar 31.000-an di seluruh Indonesia mulai H-3 Lebaran. Pangkalan Elpiji itu dibuka 24 jam.

"Pangkalan siaga ini kami tempatkan berdekatan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dan Depot elpiji," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Fanshurullah Asa, pada Rabu (13/6), dikutip dari situs Kementerian ESDM www.esdm.go.id.

Pangkalan siaga Elpiji berfungsi untuk memantau penyaluran bahan bakar tersebut agar tepat sasaran, sehingga penyimpangan tidak terjadi. Masyarakat pun bisa mendapatkan LPG di pangkalan siaga meski pada hari libur.


"Fungsi lainnya adalah menjaga ketahanan pasokan di masyarakat, sehingga jika ada gangguan pasokan, pangkalan tersebut bisa menjadi titik stabilitasi stok sehingga dampaknya bisa diminimalisir," terang Fanshurullah .

Salah satu pangkalan siaga yang sudah disiapkan adalah Pangkalan Mulyadi (alokasi 5.400 tabung per Juni 2018) dan Pangkalan SPBU 3440125 Dipati Ukur (1.873 tabung/bulan), keduanya berada di wilayah Bandung. Salah satu kelebihan pangkalan tersebut sudah mewajibkan penggunaan kartu pelanggan untuk rumah tangga dan UKM.

Secara umum, stok elpiji nasional, sebagaimana dilaporkan tim Posko Nasional Sektor ESDM pada H-3 Idul Fitri sebesar 362.663 MT tidak mengalami kendala dengan ketahanan hingga 17 hari ke depan. Kondisi serupa juga terjadi pada pasokan Bahan Bakar Gas (BBG) dan Jaringan Gas (jargas) untuk rumah tangga yang berjalan normal.

Untuk informasi lebih lanjut soal pasokan elpiji, bisa menghubungi call center Posko Nasional Sektor ESDM Idul Fitri 1439 H (021) 1500335

BBM dan listrik

Untuk penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), tim posko mencatat realisasi penggunaan Kerosene mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya, yaitu sebesar 2.193 kilo liter (KL). Penurunan justru terjadi pada BBM jenis Pertamax Turbo yaitu sebesar 763 KL.

Secara rinci, ketahanan BBM nasional pada H-3 Idul Fitri 2018 adalah stok Premium sebesar 595.413 KL (coverage days mencapai 21 hari), Solar sebesar 1.410.768 KL (20 hari), Pertalite sebesar 1.198.529 KL (23 hari), Pertamax/AKRA 92 sebesar 539.017 KL (30 hari), Pertamina Dex sebesar 22.933 KL (32 hari), dan Avtur sebesar 456.093 (28 hari).


Sementara itu, pada neraca daya nasional, daya mampu pasok listrik nasional pada tanggal 12 Juni 2018 (09.00-14.00 WIB) adalah sebesar 34.394,36 MW dan beban puncak sebesar 31.395,32 MW. Berdasarkan data tersebut maka tercatat bahwa kapasitas cadangan daya nasional adalah sebesar 3.140,22 MW. Dengan kondisi seperti itu, sistem keandalan ketenagalistrikan nasional terpantau aman. (hns/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed