Follow detikFinance
Sabtu, 30 Jun 2018 19:10 WIB

Dolar AS Menguat, Dirut PLN: Suka Tak Suka Jadi Beban Buat Kita

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Dirut PLN Sofyan Basir/Foto: Rengga Sancaya Dirut PLN Sofyan Basir/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Dolar AS sempat menyentuh Rp 14.400, hingga akhirnya turun ke level Rp 14.200.

Merespons penguatan dolar AS itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, berharap hanya bersifat sementara. Dolar AS yang menguat akan memberatkan keuangan PLN karena biaya bahan bakar pembangkit listrik, yang sebagian besar batu bara dan dalam dolar AS, harganya bakal naik.


"Memang kenaikan ini mudah-mudahan berharap ini sangat sementara. Sesuai dengan Gubernur BI (Bank Indonesia) mudah-mudahan kita berharap hanya sementara. Memang lompatan signifikan ya sudah sampai Rp 14.400," kata Sofyan di acara Halalbihalal Rini Soemarno, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Untuk itu, Sofyan menjelaskan akan melakukan langkah hedging atau lindung nilai.

"Pasti lakukan adjustment. Suka tidak suka jadi beban buat kita. Sebagian kita kan pembayaran pakai dolar. Jangka pendek 1 tahun kita hedging," jelasnya.


Sementara itu, terkait dengan pengeluaran ia memaparkan adanya peningkatan. Bahkan ia menilai hal tersebut dapat menggerus nilai keuntungan PLN di akhir tahun.

"Iya ada (peningkatan pengeluaran). Kalau bicara modal pada saatnya kita tutup buku baru kita kena. Tapi ini kan belum sampai, mudah-mudahan bisa turun lagi kan sehingga kita bisa menghitung yang lebih real. Akhir tahun, nah iya tentu menggerus kita punya keuntungan," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed