Follow detikFinance
Sabtu, 30 Jun 2018 20:50 WIB

Pemerintah akan Bayar Utang Subsidi Listrik ke PLN di 2019

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah akan membayar utang subsidi listrik. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir.

Sofyan menjelaskan utang tersebut akan dibayarkan pada 2019.

"Kan kemarin lagi dihitung (jumlah utang). Mungkin di atas Rp 5 triliun juga. Di 2019 (pembayaran utang)," katanya di acara Halalbihalal Rini Soemarno, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).


"2016 itu utangnya Rp 2 triliun- Rp 3 triliun," jelasnya.

Merespons penguatan dolar AS terhadap rupiah, Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, berharap hanya bersifat sementara. Dolar AS yang menguat akan memberatkan keuangan PLN karena biaya bahan bakar pembangkit listrik, yang sebagian besar batu bara dan dalam dolar AS, harganya bakal naik.

"Memang kenaikan ini mudah-mudahan berharap ini sangat sementara. Sesuai dengan Gubernur BI (Bank Indonesia) mudah-mudahan kita berharap hanya sementara. Memang lompatan signifikan ya sudah sampai Rp 14.400," kata Sofyan.


Untuk itu, Sofyan memastikan PLN akan melakukan langkah hedging atau lindung nilai.

"Pasti lakukan adjustment. Suka tidak suka jadi beban buat kita. Sebagian kita kan pembayaran pakai dolar. Jangka pendek 1 tahun kita hedging," jelasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed