Follow detikFinance
Jumat, 13 Jul 2018 06:57 WIB

Fakta di Balik Pulangnya 51% Saham Freeport ke Pemerintah RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Halaman 1 dari 6
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Porsi saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) awalnya masih 9,36% lalu menjadi 51% usai ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara Freeport McMoRan dengan PT Inalum (Persero).

HoA ditandatangani oleh Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dengan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson di Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018). Acara tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Dengan penandatanganan tersebut, maka proses akuisisi 51% saham Freeport Indonesia resmi dimulai. Ditargetkan prosesnya rampung pada akhir Juli 2018, meskipun batas maksimal penyelesaiannya 60 hari sejak HoA diteken.

Dibutuhkan pula dana sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14.000) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Pemerintah pun tidak merasa keberatan, lantaran sudah ada 11 perbankan nasional baik dalam negeri maupun swasta nasional yang akan memberikan pinjaman sebagai modal Inalum mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia.

Berikut fakta-faktanya: (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed