Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Jul 2018 12:33 WIB

Perjanjian Divestasi Freeport Dikritik dan Dinilai Tak Mengikat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Halaman 1 dari 6
Foto: Reuters/Antara Foto/Muhammad Adimaja
Jakarta - Proses pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia telah memasuki babak baru. Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sudah siap untuk membeli 51% saham Freeport Indonesia.

Proses akuisisi ini menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang menganggap akuisisi ini seperti mubazir karena membeli barang sendiri di negara sendiri. Keberhasilan negosiasi ini juga disebut hanya kebohongan dan pencitraan belaka.

Kemudian proses disebut bertolak belakang dengan keterangan pemerintah yang menyatakan perjanjian bersifat mengikat. Namun, Rio Tinto sebuah perusahaan yang memiliki hak partisipsi di Freeport Indonesia menyatakan perjanjian tak mengikat atau non binding.

Berikut ulasannya: (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com