Follow detikFinance
Kamis, 19 Jul 2018 08:17 WIB

Tonton Blak-blakan Dirut Inalum: Merebut 51% Saham Freeport!

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis Foto: Zaki Alfarabi/Infografis
Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menyepakati nilai akuisisi 51% saham milik PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 55 triliun. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran selaku induk dari PTFI.

Setelah kesepakatan itu, muncul banyak pertanyaan di publik. Ada yang bilang kesepakatan itu tidak mengikat dan masih bisa batal. Lalu setelah pembelian saham Freeport ini apa untungnya buat Indonesia?

Ada juga yang menuduh kalau harga pembelian 51% saham Freeport itu terlalu mahal. Belum lagi ada yang bertanya-tanya mengapa harus beli participating interest Rio Tinto di Freeport sebelum membeli sahamnya.

Dan masih banyak lagi pertanyaan terkait perebutan saham perusahaan pemilik salah satu tambang terbesar di dunia itu.

Saksikan Blak-blakan soal Perebutan 51% Saham Freeport Pukul 15.00 WIB


detikFinance pun menemui Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin (BGS), di kantornya di kawasan SCBD, Rabu (18/7/2018) kemarin.

Dalam perbincangan sore itu BGS menjelaskan dengan detail mengenai pertanyaan-pertanyaan yang beredar di masyarakat.

Seperti apa perbincangan mantan dirut Bank Mandiri itu dengan detikFinance? Saksikan acara Blak-blakan Dirut Inalum: Rp 55 Triliun Demi Rebut Freeport pukul 15.00 WIB. Jangan sampai dilewatkan.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed