Follow detikFinance
Kamis, 19 Jul 2018 18:42 WIB

Jonan Usul ke DPR Subsidi Solar Maksimal Rp 2.500/Liter

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan/Foto: Lamhot Aritonang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan batas subsidi minyak solar hingga Rp 2.500 per liter pada tahun depan. Angka tersebut lebih tinggi dibanding hasil rapat kerja pada 5 Juni 2018 di mana subsidi minyak solar sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, hal itu tergantung dengan harga minyak dunia.

"Mengenai subsidi minyak solar hasil raker 5 juni Rp 1.500-Rp 2.000 kami usul kalau boleh dikasih ceiling (batas atas), jadi subsidi tetap per liter tapi ada ceiling misalnya ditulis maksimum Rp 2.500. Karena tidak fix Rp 2.500 tergantung dari harga minyak dunia dari waktu ke waktu," kata Jonan di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (18/7/2018).


Sementara, volume subsidi minyak solar diusulkan menjadi 14,5 juta kiloliter (KL). Pada raker sebelumnya, volume subsidi minyak solar 16,17 juta KL hingga 16,53 juta KL.

"Minyak solar kesepakatan dengan Menteri Keuangan kita alokasinya bukan 16 juta KL tapi 14,5 juta KL sama dengan outlook yang kami kemukakan pada 2018. Karena kalau dilihat sampai Juni (tahun 2018) akhir 7,19 juta KL, padahal sudah termasuk kegiatan operasi lebaran 20 hari lebih. Jadi ini mestinya 14,5 juta KL cukup," jelasnya.


Sementara, untuk volume Elpiji 3 kilogram (kg) tak jauh berbeda dengan usulan pada raker sebelumnya. Di mana, volume yang diusulkan pada tahun depan sebesar 6,825 juta metrik ton hingga 6,978 juta metrik ton.

"Kalau volume Elpiji yang kami usulkan kurang lebih sama," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed