Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Jul 2018 17:11 WIB

Pengelolaan Gas Nasional oleh PGN Bakal Makin Efisien

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Proses pembentukan Holding BUMN Migas untuk meningkatkan ketahanan energi nasional terus berlanjut. Langkah terbaru adalah dengan pencaplokan 51% saham PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN. Selanjutnya PGN akan menjadi sub holding gas.

Analis Lautandhana Securindo, Krishna Setiawan menuturkan, dirinya percaya kinerja operasional maupun keuangan PGN di masa mendatang lebih baik. Hal itu terjadi karena usai mengakuisisi Pertagas, aset PGN akan menjadi jauh lebih besar.

"Kemudian bakal hanya ada satu entitas anak usaha BUMN di bidang pipanisasi gas," jelasnya di Jakarta, Minggu (22/7/2018).


Dengan begitu, PT Pertamina sebagai holding badan usaha milik negara (BUMN) dapat lebih leluasa memberikan prioritas kepada PGN untuk pengembangan pipa untuk distribusi gas. Setelah itu, pendapatan laba bersih PGN juga bakal lebih baik.

Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan harga saham PGN cenderung tertekan karena investor sebelumnya menduga proses peleburan PGN dan Pertagas tidak akan melalui skema akuisisi. Skema tersebut perlu melibatkan cash sehingga PGN membutuhkan pendanaan yang menimbulkan biaya.

Menurut Krishna, akuisisi juga akan menimbulkan pajak yang perlu dibayarkan. Oleh sebab itu, dalam jangka pendek wajar harga saham PGAS tertekan karena menyerap sentimen di luar ekspektasi investor.

Namun, setelah proses akuisisi selesai, PGN harusnya memiliki sentimen positif karena pendapatan dan ruang ekspansinya akan lebih besar. Terlebih, Pertamina akan fokus pada satu entitas sehingga operasional PGN akan lebih efisien karena PGN tidak akan bersaing dengan Pertagas di lapangan.


Salah satu hal yang sedang ditunggu oleh investor sekarang adalah bentuk laporan keuangan PGN setelah proses akuisisi selesai. Setelah laporan keuangan PGN pasca akuisisi Pertagas rilis, maka investor akan menyesuaikannya dengan harga saham PGAS di pasar.


Berdasarkan laporan keuangan audit Desember 2017, pendapatan PGN tercatat sebesar US$2,97 miliar dan Petagas yang berisi PT Pertagas Niaga sebesar US$547 juta. Dengan komposisi tersebut, maka konsolidasi pendapatan PGN setelah akuisisi per Desember 2017 akan menjadi US$3,51 miliar.

Sementara itu, total aset PGN per Desember 2017 senilai US$6,29 miliar sedangkan Pertagas sebesar US$1,85 miliar. Maka, total aset PGN pasca akuisisi akan menjadi US$7,72 miliar. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed