Follow detikFinance
Senin, 23 Jul 2018 21:11 WIB

Bos Inalum Jelaskan Nilai Akuisisi Freeport, Murah atau Mahal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin/ Foti:Rachman Haryanto/detik.com Foto: Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin/ Foti:Rachman Haryanto/detik.com
Jakarta - PT Inalum (Persero) mesti menggelontorkan dana sebesar US$ 3,85 miliar untuk mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 45,6% saham sehingga kepemilikannya menjadi 51%. Murah atau mahal?

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, ada beberapa indikator untuk menilai akuisisi ini. Salah satunya, dengan cara membandingkan penawaran saham yang pernah dilakukan Freeport.

Budi mengatakan, Freeport sendiri secara resmi pernah menawarkan saham ke pemerintah Indonesia sebesar 10,64% supaya kepemilikan pemerintah Indonesia naik menjadi 20%. Saat itu, nilai yang ditawarkan sebesar US$ 1,7 miliar.

"Itu waktu zamannya sebelum Pak Jonan itu ada dokumentasinya harga 10,64% itu mereka menawarkan US$ 1,7 miliar," kata dia di Komisi VII DPR RI Jakarta, Senin (23/7/2018).



Padahal, yang ditawarkan tersebut secara ekonomis hanya 60% dari nilai PTFI. Sebab, tidak memperhitungkan hak partisipasi Rio Tinto.

"Sehingga 10,64% US$ 1,7 miliar kira-kira ekuivalen kalau (akuisisi) 45% tanpa Rio Tinto US$7,29 miliar. Dengan Rio Tinto US$ 12,15 miliar angka itu ditawarkan ke pemerintah Indonesia," ujarnya.

Cara lain ialah dengan menimbang cadangan pada tambang PTFI. Budi mengatakan, cadangan saat ini sekitar US$ 150 miliar dengan acuan harga yang ada saat ini.

"Cadangan yang ada US$ 150 miliar itu pakai harga sekarang. Kalau kita beli US$ 3,85 miliar, maka sampai akhir kontrak nilai cadangan yang ada US$ 150 miliar. Kedua, profit perusahaan ini sesudah mengalami penurunan kembali normal ada US$ 2 miliar per tahun. Jadi, US$ 3,85 miliar untuk 51% dalam empat tahun harusnya ini bisa balik," tutupnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed