Follow detikFinance
Selasa, 31 Jul 2018 15:57 WIB

Ratusan Orang 'Ngaku-ngaku' Karyawan Freeport Gelar Aksi di Jakarta

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Ratusan orang Papua melakukan orasi dan mendatangi Kantor DPP Muhamadiyah di Menteng Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Mereka meminta bantuan PP Muhammadiyah untuk menyampaikan aspirasi mereke ke pemerintah. Di PP Muhammadiyah, mereka disambut oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas.

Dalam orasinya, mereka mengaku-ngaku sebagai karyawan Freeport yang sudah bekerja di perusahaan tambang milik Amerika Serikat (AS) tersebut selama puluhan tahun.

"Saya di Freeport sudah 22 tahun, suka duka Freeport sudah tahu. Kalau PHK tidak lewat telepon dan WhatsApp kan. Jadi kita ingin negara hadir," kata Koordinator Lapangan Aksi Demo Julius di sela-sela aksi.



Mereke menggelar aksi lengkap dengan membawa spanduk-spanduk yang berisi keluh kesah mereka. Beberapa spanduk bertuliskan menuntut keadilan sampai penolakan PHK pun dibentangkan dalam bentuk dan huruf cetakan yang besar.

Julius menjelaskan, aksi ini merupakan respons terkait PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia.

"PHKnya sudah bulan Mei 2017 sudah setahun lebih. Tapi kita udah coba ke beberapa pihak seperti Kementerian Tenaga Kerja dan lain lain tidak ada respons makanya kita ke Jakarta dan akhirnya diterima dengan baik di DPP Muhamadiyah setidaknya mereka menjadi jembatan kami ke pemerintah agar bisa menyampaikan aspirasi," jelas dia.

Julius mengatakan sudah melakukan perjalanan sekitar 10 hari untuk sampai Jakarta. Berharap agar bisa dipekerjakan kembali

"Kami jauh-jauh kesini, hanya untuk menuntut keadilan dan hak-hak kami yang belum diselesaikan oleh PT Freeport Indonesia," ujar dia.



Kepada detikFinance ia menjelaskan bahwa para peserta aksi adalah karyawan yang bekerja di perusahaan kontraktor dan subkontraktor yang melakukan aktifitas di tambang Freeport.

"Yang ikut demo dan mogok itu ada kontraktor dan subkontraktor 8.300. Kemudian yang DI PHK itu 2.000 yang ke Jakarta itu hanya perwakilan," tandas dia.

Terpisah, VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengatakan, pekerja yang bekerja di perusahaan kontraktor merupakan pekerja kontraktor PTFI yang menjadi tanggungjawab perusahaan kontraktor yang bersangkutan.

"Mereka disebut karyawan kontraktor PTFI. Mereka adalah tanggung jawab perusahaan kontraktor," sebut dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed