Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Agu 2018 17:30 WIB

Sebelum Operasikan Rokan, Ini yang Dipersiapkan Pertamina

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Nadia Permatasari/Infografis Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi menjadi operator Blok Rokan pada 2021. Keputusan tersebut langsung diumumkan oleh Kementerian ESDM setelah selama ini blok migas terbesar di RI itu dioperasikan PT Chevron Pacific Indonesia.

Masih ada waktu dua tahun sampai 2020 untuk Pertamina menyiapkan strategi mengoperasikan ladang minyak terbesar di Indonesia. Lalu apa yang disiapkan BUMN sektor minyak sekarang?

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan hal utama yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan Chevron Indonesia selaku operator saat ini.

"Lalu koordinasi dengan SKK Migas, pemerintah," kata Nicke saat acara FMB di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Koordinasi yang dimaksud, kata Nicke agar masa transisi dari Chevron ke Pertamina berjalan lancar. Serta mampu mempertahankan jumlah produksi yang ada saat ini.

Pasalnya, pada 2016 Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 km2 mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 bph, angka itu hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini.


"Jangan terjadi permasalahan yang menganggu produksi itu yang harus kita lakukan," jelas dia.

Oleh karena itu, hal utama yang dipersiapkan Pertamina adalah menjalin koordinasi dengan operator lama yakni Chevron dan juga pemerintah.

"Dalam masa transisi ini kita harus duduk bersama dengan operator lama untuk melakukan settlement seperti itu yang kemudian nanti akan divalidasi oleh SKK migas," ungkap dia.



Saksikan juga video 'Blak-blakan Jonan: Pertamina Rebut Blok Rokan':

[Gambas:Video 20detik]

Sebelum Operasikan Rokan, Ini yang Dipersiapkan Pertamina
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com